Save KPK: Siapakah Novel Baswedan?

by
October 8th, 2012 at 9:42 am

Jakarta (CiriCara.com) – Surat penangkapan yang dilayangkan untuk Kompol Novel Baswedan dianggap sebagai puncak konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang telah berlangsung lama.

Melalui surat itu, Novel diduga melakukan tindak pidana penganiayaan berat sesuai dengan Pasal 351 Ayat 2 dan 3 KUHP. Penangkapan berlangsung beberapa jam usai penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM yang dilakukan oleh Irjen Djoko Susilo.

Novel Baswedan adalah salah satu penyidik kasus dan disebut-sebut sebagai inisiator dari pengungkapan kasus dugaan korupsi ini .

Pria berusia 36 tahun ini adalah sepupu dari Anies Baswedan, rektor Universitas Paramadina.  Setelah lulus dari Akademi Kepolisian tahun 1996, Novel penah bertugas di Bengkulu pada tahun 2004 dengan menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Kota Bengkulu.

Saat Novel bertugas di Polres Bengkulu, anak buahnya melakukan pelanggaran hukum dengan melakukan penembakan sehingga menyebakan seseorang tersangka meninggal dunia. Penembakan tersebut tidak dilakukan oleh Novel, namun atas sidang kode etik, Novel dikenai alih tanggung jawab atas perbuatan anak buahnya.

Novel masuk KPK pada Januari 2007, ketika lembaga ini dipimpin Taufiequrachman Ruki dengan masa dinas selama lima tahun. Ditulis Tempo.co, beberapa petinggi KPK menyebut Novel sebagai salah satu penyidik terbaik di sana dengan independensinya yang kuat sebagai penyidik komisi antikorupsi. Hal inilah yang membuatnya kurang disukai di jajaran kepolisian.

Beberapa kasus besar seperti kasus multi korupsi di lintas departemen dengan tersangka Muhammad Nazaruddin pernah diselesaikan oleh Novel Baswedan. Novel juga menyidik kasus suap yang melibatkan Nunun Nurbaeti, istri Mantan Wakapolri Adang Daradjatun yang akhirnya dijebloskan ke penjara.

Banyak pihak yang menganggap jika penangkapan Novel Baswedan adalah salah satu upaya pelemahan KPK oleh kepolisian dalam usahanya memberantas korupsi di jajaran petinggi negara. Penangkapan ini mendapat reaksi keras dari berbagai lapisan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. (RN)

Comment di sini