Save KPK: Isi Pesan Berantai Tangkap Kapolri

by
October 9th, 2012 at 9:56 am

Jakarta (CiriCara.com) – Kisruh antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri sudah mendapat tanggapan dari Presiden SBY. Usai pidato SBY Senin (8/10/2012), mulai beredar pesan berantai tangkap Kapolri, Jenderal Polisi Timur Pradopo.

Dalam pesan dijelaskan permasalahan yang menyangkut Penyidik KPK, Novel Baswedan yang dituduh telah melakukan penganiayaan. Pesan ini meminta agar Kapolri Timur Pradopo harus ikut ditangkap, jika Novel ditangkap.

Berikut isi pesan berantai tersebut yang beredar melalui BlackBerry Messenger (BBM) dan situs jejaring sosial, seperti dikutip ROL:

Novel Baswedan, Penyidik KPK mau dijemput polisi karena tahun 2004 sebagai Kasatserse di Bengkulu, anak buahnya nembak maling walet. Timur Pradopo, Kapolri sekarang, pada tahun 1998 sebagai Kapolres Jakbar, anak buahnya saat itu terbukti menembak mahasiswa Trisakti. Apa perlu rakyat jemput …??? *sebarkan bila anda peduli KPK. Salam, Ikatan Alumni Trisakti.

Perselisihan antara KPK dengan Polri ini bermula saat munculnya dugaan korupsi di Simulator SIM Korps Lalu Lintas. Masing-masing lembaga ini berebut hak untuk melakukan penyidikan terkait masalah tersebut. Bahkan, KPK dikabarkan sempat mendapat teror dari pihak Polri.

Puncak perselisihan keduanya terjadi saat pihak Polri melakukan penggerebekan ke KPK, untuk menangkap Novel Baswedan yang kini jadi penyidik KPK. Namun, KPK tetap yakin bahwa Novel tidak bersalah dan tidak boleh ditangkap. Masalah inipun langsung direspon SBY dengan mengeluarkan sejumlah solusi dalam pidatonya, Senin (8/10/2012) malam.

Untuk saat ini, KPK sudah menetapkan Irjen Pol Djoko Susilo sebagai tersangka kasus korupsi simulator SIM di Korlantas Mabes Polri. Namun, penyidikan Djoko Susilo masih terhambat karena ia sering mangkir dari panggilan KPK.

Ada apa dengan KPK dan Polri?

(YG)

Comment di sini