Nazaruddin dan Anas, Siapa yang Benar?

by
October 11th, 2012 at 2:09 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Terungkapnya kasus korupsi yang dilakukan oleh Nazaruddin, malah menemukan calon koruptor baru. Selama dalam proses sidang yang lalu, Nazaruddin menyebutkan beberapa nama yang terlibat dalam kasus korupsi wisma atlet, Jakabaring, Palembang, antara lain Angelina Sondakh, Wafid Muharam, Mindo Rosalinda Manulang, dan Anas Urbaningrum.

Belum tuntas permasalahan tersebut yang mengaitkan beberapa nama, muncul lagi kasus-kasus baru, seperti kasus Hambalang dan kasus korupsi pembangkit listrik tenaga surya di kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum muncul lagi dalam kasus ini.

Dilansir situs Tempo, Junimart Girsang, salah satu pengacara Nazaruddin mengatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah memegang bukti dan keterangan kliennya soal keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dan mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erman Suparno dalam kasus korupsi pembangkit listrik tenaga surya di kementrian tersebut.

Ditemui teman-teman media pada 9 Oktober 2012 lalu. Seusai diperiksa KPK sebagai saksi, Nazar mengatakan bahwa dirinya dan Anas serta politikus Demokrat, Saan Mustopa pernah bertemu dengan Erman Suparno. Pertemuan tersebut diatur dan direncanakan oleh Anas pada tahun 2008 lalu. Dan di akhir pertemuan, Saan menyerahkan uang sebesar US$ 50 ribu atau sekitar Rp. 500 juta kepada Erman.

Dilansir Tempo.com, Junimart mengatakan bahwa keterangan yang diberikan Pak Nazaruddin memang menyangkutkan banyak nama, namun dia memiliki bukti dan bukti tersebut sudah diserahkan kepada KPK.

Akan tetapi, perkataan yang diungkapkan oleh salah satu pengacara Nazarudin tersebut ditangkis oleh Saan. Saan berkata, “Anas sama sekali tidak terlibat dalam semua perkara korupsi yang dituduhkan Nazar.” Ketika diwawancarai oleh teman-teman media, Anas pun selalu mengatakan bahwa segala tudingan yang ditujukkan Nazar untuknya tidak ada dasarnya.

Pernyataan dari kedua belah pihak tersebut memang sungguh membingungkan. Padahal, Anas dan Nazar dahulunya berteman dekat sewaktu mereka membesarkan PT Anugerah Nusantara (PT. AN), tapi kenapa malah sekarang saling tuding dan memojokkan?

Namun, kisah mereka justru unik karena mengartikan betapa pentingnya nilai persahabatan. Nazar yang sudah berada di dalam penjara, kini rasa dukanya  ingin dilalui juga bersama Anas. Intinya suka duka mereka harus dilalui bersama-sama. Bener gak? Bagaimana menurut Anda?

(NR)

Comment di sini