CiriCara: Cara Mengatasi Kandung Kemih yang Lemah

by
October 12th, 2012 at 11:04 am

CiriCara.com – Lemahnya kandung kemih dapat menyebabkan kebocoran urine atau inkontinensia yang dapat disebabkan oleh uretra yang stres. Hal tersebut terjadi karena otot-otot uretra yang berfungsi untuk membuka dan menutup uretra telah kehilangan kekuatannya. Selain itu, kebocoran urine ini juga terjadi ketika otot panggul yang mendukung kandung kemih, rahim, dan usus melemah atau terluka akibat kehamilan, persalinan, atau usia.

Hal tersebut biasanya terjadi pada wanita yang berusia 40-60 tahun dan sekitar 36% penderitanya dapat mengompol karena tak mampu menahan rasa ingin buang air kecil terus-menerus. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Anda bisa melakukan beberapa cara. Dicuplik dari situs Prevention, berikut 10 cara mengatasi kandung kemih yang lemah:

1. Latihan Kegel

Bagi wanita yang tak mampu menahan kencing harus melakukan latihan kegel agar membangun otot-otot kandung kemihnya. Lakukan latihan kegel dengan seperti ketika Anda menahan kencing selama 5 detik kemudian rilekskan lagi selama 5 detik. Ulangi hingga 5 kali dan lakukan sebanyak 10-20 kali dalam sehari.

2. Menurunkan berat badan

Kehilangan sedikit berat badan dapat meningkatkan gejala inkontinensia. Suatu studi menunjukkan bahwa sekitar 75 persen wanita dengan kandung kemih yang lemah mengalami penurunan kebocoran urine setelah kehilangan 5-10 persen berat badannya.

3. Memprogram ulang kandung kemih

Jika Anda kesulitan mengontrol buang air kecil, pelatihan kandung kemih mungkin dapat membantu. Selain itu, Anda juga perlu melakukan terapi perilaku, seperti secara bertahap meningkatkan interval waktu perjalanan ke kamar mandi.

4. Yoga

Beberapa gerakan yoga dapat mengencangkan otot panggul dan membantu mengontrol buang air kecil dengan lebih baik. Anda bisa menanyakan instruktur yoga gerakan mana yang bisa membuat otot panggul lebih kencang.

5. Stimulasi listrik

Metode ini bisa digunakan untuk Anda yang mengalami inkontinensia yang parah. Caranya dengan menanam perangkat di bawah kulit bokong bagian atas untuk merangsan saraf sakral yang menghubungkan kandung kemih dan dasar panggul.

6. Kurangi minum

Jika kandung kemih Anda terlalu lemah hingga tak mampu mengontrol buang air kecil, maka kurangi minum air putih. Jika biasa meminum sebanyak 8 gelas perhari, kini Anda hanya bisa meminum sebanyak 4-6 gelas perhari. Tujuannya adalah untuk membantu mengurangi frekuensi buang air kecil.

7. Meminum obat

Bila ingin meminum obat, maka mintalah resep dokter agar bisa mengontrol buang air kecil yang berlebihan. Beberapa jenis obat tersebut, seperti Ditropan, Detrol, dan Enablex yang tersedia dalam bentuk kapsul, pil, tablet, atau gel. Obat ini bisa membantu kandung kemih Anda sedikit bersantai dan membiarkannya menahan buang air kecil untuk interval waktu yang lebih panjang.

8. Jaga makanan

Banyak makanan yang melukai kandung kemih, seperti kafein, jus jeruk, alkohol, cokelat, cabai, makanan peda, dan manis. Makanan tersebut bisa memicu reseptor saraf di kandung kemih yang berlebihan dan bisa meningkatkan jumlah urine.

9. Tidak mengonsumsi obat yang picu buang air kecil

Berbagai jenis obat yang memicu Anda buang air kecil, seperti antihistamin, trisiklik (kelas antidepresan), dan obat tekanan darah. Obat-obat tersebut dapat mengganggu kontraksi otot di kandung kemih sehingga memperburuk inkontinensia.

10. Operasi

Jika semua cara sudah Anda lakukan, dan tak mendapatkan hasil, maka Anda bisa melakukan operasi. Dengan operasi bisa menyembuhkan permasalahan kandung kemih tersebut secara optimal. Dokter akan memasukkan selang pendek yang permanen dalam tubuh Anda untuk meembantu menutup uretra.

Itula 10 cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan kandung kemih yang lemah. Namun sebenarnya permasalahan kandung kemih tersebut dapat dicegah asalkan Anda mengonsumsi buah pir, gandum, dan yoghurt. (NR)

Comment di sini