Twitter Akuisisi Vine, Layanan Video Pihak Ketiga Bisa Ditinggalkan

by
October 12th, 2012 at 9:54 am

CiriCara.com – Twitter kemungkinan akan menyediakan layanan video sendiri setelah situs microblogging ini dikabarkan membeli startup untuk berbagi video, Vine.

Vine merupakan startup yang didirikan oleh tiga orang di New York pada Juni 2012. Startup ini belum dirilis ke pasaran.

Hingga saat ini belum ada pernyataaan resmi dari Twitter soal pembelian yang diduga merupakan perjanjian akuisisi ini. Namun diberitakan mungkin Vine sendiri bakal masih berdiri setelah dibeli oleh Twitter.

Di situs Vine tertera deskripsi singkat tentang startup ini: “Vine adalah cara terbaik untuk mengambil dan membagikan video di iPhone Anda.”

Dibandingkan dengan aplikasi video lain, Vine memiliki sejumlah keunggulan seperti kemampuan untuk merekam video dalam bentuk potongan-potongan singkat untuk kemudian diunggah menjadi satu video utuh.

Ide ini bisa dibilang brilian sebab aplikasi lain biasanya mengambil video hanya dalam satu bingkai. Selain itu Vine juga dianggap ramah terhadap pengguna internet yang memiliki koneksi pas-pasan seperti kebanyakan orang di Indonesia.

Bila Vine kemudian dirilis, makan sejumlah penantang sudah menantinya di pasar seperti Keek, Viddy, dan Tout. Yang disebut terakhir memperoleh penghasilan hingga 13 juta dollar Amerika  atau sekitar 124,5 miliar musim panas ini.

Selain itu, ada pula Vyclone yang bisa me-remix beberapa video secara simultan. Dan tentu saja ada Socialcam yang menghebohkan pengguna Facebook akhir-akhir ini dan akhirnya diakuisisi oleh Autodesk dengan harga 60 juta dollar Amerika atau sekitar Rp 575 miliar.

Kelak jika benar Twitter akan menyediakan layanan video hosting sendiri, pengguna tak perlu lagi menggunakan layanan pihak ketiga seperti YFrog dan TwitVid.

Awal tahun 2012, Twitter dikabarkan telah mengakuisisi Postereus yang juga mempunyai layanan video hosting. Tetapi hingga kini belum ada gebrakan inovatif dari proses kerjasama ini. (hp)

Comment di sini