Lima Orang Ini Ragukan Kemampuan Jokowi

by
October 15th, 2012 at 4:57 pm

Tempo

Jakarta (CiriCara.com) – Gubernur DKI Jakarta terpilih, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi telah dilantik menggantikan Fauzi Bowo, Senin (15/10/2012). Ini merupakan hasil dari perjuangan panjang Jokowi untuk menjadi orang nomor satu di Jakarta.

Sebagian masyarakat Jakarta sangat percaya Jokowi mampu membawa perubahan di Jakarta. Sikap Jokowi yang ramah dan juga akrab dengan warga, membuat banyak pihak mendukung mantan Wali Kota Solo ini. Apalagi Jokowi disebut-sebut sebagai Wali Kota terbaik.

Namun, tidak semua orang suka dengan Jokowi. Bahkan, ada beberapa yang mengaku meragukan kemampuan Jokowi dalam memimpin kota Jakarta. Siapa saja mereka?

1. Amien Rais

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais meragukan kemampuan Jokowi dalam memimpin Jakarta. Pasalnya, Solo yang pernah dipimpin oleh Jokowi masih kumuh dan miskin. “Solo itu masih kumuh, gelap, agak miskin,” kata Amien Rais yang juga merupakan orang Solo, Jawa Tengah.

2. Dipo Alam

Menurut Dipo Alam, pengalaman Jokowi dalam memimpin kota Solo sangat kurang untuk memimpin Jakarta. Pasalnya, jumlah penduduk kota Solo lebih sedikit dibanding DKI Jakarta. “Kota kecil, kecil permasalahannya. Kota besar, besar pula permasalahannya,” cetusnya.

3. Pardi

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Pardi menilai Jokowi belum pantas untuk memimpin Jakarta. Menurutnya, mantan Wali Kota Solo itu masih keliru dalam memahami masalah Jakarta. “Pemahaman masih lemah, Jokowi belum pantas menjadi gubernur DKI Jakarta,” kata Pardi, Agustus lalu seperti dikutip Mederka.

4. Adolf Hauken

Kemampuan Jokowi juga diragukan oleh pendeta Jesuit sekaligus penulis buku dan ahli tentang Jakarta, Adolf Heuken. Menurut Adolf, masalah kota Jakarta sudah sangat kompleks dan susah untuk dirubah. “Saya malah kasihan kepada Jokowi, kenapa dia mau memimpin kota ini,” ujarnya.

5. Sutan Bhatoegana

Politikus Partai Demokrat ini juga meragukan kemampuan Jokowi dalam memimpin Jakarta, terutama soal keamanan. Pasalnya, di Solo belakangan sering terjadi aksi teror yang meresahkan warganya. “Jakarta lebih aman bila dibandingkan dengan Solo,” katanya.

Sutan meragukan Jokowi karena di Solo faktor keamanan warganya belum terjamin. Menurutnya, itu adalah fakta yang saat ini dihadapi Solo. “Seperti teroris yang ada di Solo,” jelasnya kepada wartawan.

Mampu atau tidaknya Jokowi dan Ahok dalam memimpin kota Jakarta akan kita buktikan dalam lima tahun kedepan. Yang jelas, kini Jokowi-Ahok sudah resmi dilantik menjadi pemimpin baru di kota Metropolitan ini.

(YG)

Comment di sini