Provost TNI AU Pukul Wartawan Peliput Pesawat Jatuh

by
October 16th, 2012 at 1:34 pm

Pekanbaru (CiriCara.com) – Kecelakaan pesawat jenis Hawk 200 milik TNI AU yang jatuh di Pekanbaru, Riau diwarnai aksi kekerasan. Oknum Provost TNI AU yang berada di lokasi memukuli sejumlah wartawan yang hendak meliput kejadian ini.

Pesawat Hawk 200 jatuh di sekitar pemukiman warga Desa Pasir Putih, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (16/10/2012) sekitar pukul 10.00 WIB. Salah satu petugas Provost TNI AU yang berjaga ketahuan melakukan aksi kekerasan terhadap wartawan.

“Pesawatnya jatuh di pemukiman warga, harusnya tidak main pukul,” kata Ali, nara sumber yang berhasil dihubungi oleh JPNN, Selasa (16/10/2012).

Ali menuturkan, ada dua warga yang mengalami luka akibat dipukul oknum TNI AU. Sementara wartawan Riau Pos yang bernama Didik mengalami luka di bagian telinga. Kameraman RTV juga mengalami luka di bagian telinga.

Menurut Ali, wartawan dari TV One juga dipukul di bagian perut. Wartawan dari Antara juga menjadi sasaran kekerasan onkum Provost TNI AU itu. “Semua kamera orang itu diambil,” jelasnya kepada JPNN.

Sementara itu, Korlip Riau Pos, Edwir mengaku hingga saat ini masih belum mengetahui keberadaan wartawannya yang bernama Didik. Pasalnya, Didik langsung dibawa oleh pihak TNI AU dan belum diberitahukan keberadaannya.

Menurut Edwir, informasi keberadaan Didik masih belum jelas. “Sampai sekarang kita belum tahu Didik dibawa kemana oleh TNI AU, kita minta Mabes TNI perintahkan anak buahnya tidak melakukan tindak kekerasan seperti ini,” kata Edwir.

Aksi pukul yang dilakukan oknum TNI AU inipun mendapat respon dari DPR. Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin menyesalkan insiden pemukulan wartawan tersebut. Menurutnya, kekerasan itu tidak perlu terjadi apapun alasannya.

“Bahwa kejadian pemukulan tidak boleh terjadi seharusnya. Dilarang mendekat terjamin keselamatan tapi tidak boleh dipukul,” kata Hasanuddin kepada wartawan di gedung parlemen, Jakarta.

Sementara itu, pihak TNI AU masih belum memberikan keterangan. Baik itu terkait masalah pesawat yang jatuh atau juga masalah kekerasan yang dilakukan oleh oknum Provost TNI AU tersebut.

(YG)

Comment di sini