Amerika Serikat: Jangan Pakai Huawei dan ZTE

by
October 19th, 2012 at 4:39 pm

Washington (CiriCara.com) – Amerika Serikat rupanya masih was-was menjalin kerja sama dengan perusahaan asal China.

Menurut hasi investigasi Komite Intelijen AS, parlemen di negara itu menyarankan agar setiap perusahaan di Amerika Serikat tidak bekerjasama dengan Huawei dan ZTE.

Diberitakan oleh Cellular News, komite menyarankan regulator setempat untuk memblokir setiap aksi korporasi berupa akuisisi, pengambilalihan dan merger terhadap Huawei dan ZTE. Komite juga menyarankan agar pemerintah Amerika Serikat tidak menggunakan peralatan dari kedua vendor untuk urusan komunikasi.

Meski begitu, Komite Intelijen AS tidak bisa membuktikan keterlibatan Huawei dan ZTE dengan militer China. Lagipula kedua perusahaan asal China ini telah mengikuti prosedur hukum yang berlaku di Amerika Serikat dengan benar.

Dari pihak Komite Intelijen AS, mereka menyatakan jika Huawei dan ZTE gagal memberikan bukti untuk proses investigasi. Huawei telah dinilai gagal dalam memberikan informasi seputar struktur perusahaan, sejarah, kepemilikan, keuangan, manajemen, dan operasi.

“Kami harus yakin perusahaan China yang bekerja di AS dapat dipercaya untuk melakukan akses ke infrastruktur penting,” kata Chairman Mike Rogers seperti dikutip Detik.com.

Komite menyarankan perusahaan Amerika Serikat harus berbisnis dengan vendor dari negara lain karena China dikenal sering melakukan spionase melalui dunia maya. Isu ini lalu dikait-kaitkan dengan masalah perseteruan militer Amerika dan China yang telah berlangsung lama.

Menanggapi kabar ini, Huawei dan ZTE tidak setuju dengan klaim bahwa perusahaannya telah dikendalikan oleh pemerintah China.

“Bisa saja sarannya itu tak beralasan atau mungkin mengakui bahwa Huawei sangat rentan terhadap serangan kejahatan cyber. Hal ini telah mengabaikan teknikalitas dan realitas perniagaan dan mengancam lapangan pekerjaan dan inovasi di Amerika. Huawei juga tidak melakukan apapun untuk menjaga keamanan nasional Amerika namun harus diekspos sebagai gangguan politikal yang berbahaya,” kata juru bicara Huawei, William Plummer dilansir dari Techradar.com. (RN)

Comment di sini