Ketua Ulama Cabuli 3 Gadis yang Jadi Pasiennya

by
October 22nd, 2012 at 1:25 pm

Ilustrasi

Tapaktuan (CiriCara.com) – Praktik pengobatan penyakit akibat santet yang dilakukan oleh pria berinisial MUS (38), warga Gunung Rotan, Labuhan Haji Timur, Aceh berujung pencabulan. MUS yang merupakan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) tingkat kecamatan, telah mencabuli tiga wanita yang menjadi pasiennya.

Kasus pencabulan ini terungkap setelah korban, NZ (17) mengadukan perbuatan MUS ke keluarganya. Pihak polisi yang menerima laporan dari keluarga korban langsung meringkus MUS yang notabene merupakan imam masjid sekaligus Ketua MPU.

Kapolsek Labuhan Haji Timur Ipda Zetra Hamidi menuturkan praktek pengobatan MUS sudah beroperasi sejak Januari 2012 lalu. Sedangkan laporan kasus pencabulan baru masuk pada 13 Oktober, keluarga NZ yang melapor.

“Sampai hari ini sudah tiga orang saksi korban yang diperiksa dan dimintai keterangan. Mereka adalah NZ (17) dan EV (19) penduduk Gunung Rotan, SR (16) warga Beutong. Dari keterangan saksi korban, secara resmi Teungku Imam Chik berinisial MUS (38), kami tahan sejak tanggal 15 Oktober,” ujar Zetra seperti dikutip JPNN.com.

Zetra menjelaskan, para korban menuturkan aksi pencabulan dilakukan dengan modus pengobatan. Air liur (ludah) korban dihisap mulut MUS dengan dalih pengobatan penyakit akibat santet. Kemudian MUS melakukan penggerayangan sekujur tubuh korban terutama alat vital.

Menurut Zetra, keluarga korban yang datang tidak bisa melihat proses pengobatan anaknya. Pasalnya, setelah melakukan pengobatan di depan orangtua, MUS membawa korban ke kamar. MUS melarang orangtua melihat pemeriksaan di dalam kamar. Saat itulah MUS melakukan pencabulan kepada korban yang menjadi pasiennya.

“Awalnya di tempat terbuka, kemudian berlanjut ke dalam kamar dengan alasan pengobatan intensif,” jelas Kapolsek Zerta Hamidi.

Ironisnya, lanjut Zetra, dua korban diantaranya sudah berulang kali mengalami pencabulan oleh MUS. Aksi MUS baru terbongkar karena NZ yang berontak saat dukun palsu itu mencoba menjamah tubuhnya.

Kepada polisi, MUS beralasan aksi bejatnya itu dilakukan demi membantu pengobatan korban yang diyakini telah terkena guna-guna penganut ilmu hitam atau santet. Pihak polisi masih akan terus menyelidiki kasus tersebut.

“Siapa tahu masih ada korban yang lain mengalami nasib yang sama seperti tiga gadis belia yang kita sebutkan,” pungkas Zetra.

(YG)

Comment di sini