Jemaah Haji RI Dilarang Bawa Kerikil untuk Jimat

by
October 23rd, 2012 at 1:55 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Jemaah haji asal Indonesia ternyata banyak membuat ulah ketika berada di Saudi Arabia. Salah satunya adalah saat mereka membawa pulang batu kerikil yang digunakan sebagai jumrah dan mengkeramatkannya sebagai jimat.

Surahmat sebagai Kepala Bidang Bimbingan Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia di Arab Saudi menyatakan bahwa jemaah Indonesia sering melakukan perilaku “luar biasa” termasuk menganggap batu kerikil Muzdalifah sebagai sebuah benda keramat yang memiliki berkah lalu menyimpannya.

“Beragam alasan jemaah menyimpan batu kerikil Muzdalifah yang biasa digunakan untuk melontar jumrah, yakni sebagai kenang-kenangan dan ada menjadikannya sebagai jimat,” kata Surahmat, Senin, 22 Oktober 2012 seperti dikutip Merdeka.com.

Meskipun alasan pengambilan kerikil dari Muzdalifah bukan karena untuk dijadikan jimat namun setiap jemaah haji tetap dilarang mengambil dan membawa pulang apapun dari Tanah Suci.

Kawasan Muzdalifah merupakan satu daerah dimana  para jemaah haji disunnahkan untuk mengambil batu kerikil dan melontarkan jumrah di daerah Mina.

“Minimal tujuh batu kerikil untuk melontar jumrah Aqaba di Mina. Kerikil yang dikumpulkan sebesar biji kacang,” jelas Surahmat lagi.

Muzdalifah terletak di antara Ma’zamain Arafah dan Lembah Muhassir. Daerah Muzdalifah ini memiliki luas sekitar 12,25 kilometer persegi. Di sini juga akan terdapat rambu-rambu pembatas untuk menentukan batas awal dan akhir Muzdalifah.

Para jemaah haji akan berangkat ke Muzdalifah setelah melakukan wukuf di Arafah pada Kamis 25 Oktber 2012 nanti atau bertepatan dengan 9 Zulhijah pada kalender Islam tepat setelah matahari terbenam sambil membaca talbiyah.

Di tempat inilah para jemaah juga disarankan untuk melakukan sholat Maghrib dan Isya dengan jama dan qhasar lalu menetap dari mabit hingga subuh. Setelah sholat subuh, para jemaah kemudian dihimbau untuk memperbanyak doa dan zikir sampai hari mulai terang sambil menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan sebelum berjalan ke Mina. (RN)

Comment di sini