Kronologi Penganiayaan Nikita Mirzani versi Olivia dan Beverly

by
October 24th, 2012 at 11:46 am

Detik

Jakarta (CiriCara.com) – Setelah sempat bungkam terkait kasus penganiayaan, akhirnya kedua korban Olivia Mai Sandie dan Beverly Sheila Sandie mengungkapkan kronologi peristiwa naas yang menimpa mereka berdua.

Diberitakan oleh Detik.com, baik Olivia maupun Beverly mengaku dijambak, ditonjok, dan ditendang oleh Nikita Mirzani dan pacarnya, AM, di kafe Shy Rooftop, Kemang, Jakarta Selatan pada 5 September 2012 lalu.

Menurut ayah Olivia dan Beverly, Santo K. Dirjokusumo, saat itu kedua putrinya tengah menonton pertunjukan musik dan tertawa terbahak-bahak ketika melihat salah seorang teman prianya bergaya seperti perempuan.

Karena tertawa keras, Nikita Mirzani dan pacarnya, AM yang duduk di seberang mereka merasa terusik. AM yang merupakan seorang model dengan postur tubuh tinggi besar mendekati Beverly dan langsung menjambak rambutnya.

Berikut dialog yang terjadi antara AM dan Beverly seperti dikutip Detik.com:

“Ada apa ini?,” tanya Beverly dengan muka kaget sekaligus kesakitan.

“Lu ngetawain gue ya?” bentak AM.

“Nggak kok, nggak ngetawain lu,” ujar Beverly yang kemudian meminta pertolongan dari Olivia, kakaknya.

Olivia lalu mendekati Beverly dengan maksud untuk melerai. Namun tiba-tiba Nikita Mirzani datang dan menjambak rambutnya.

“Rambutnya ditarik sampe mundur 2 meter. Setelah itu, Olive ditonjok. Memang sempat ada yang melerai dan memegang tangan NM, tapi saat itu juga kakinya menendang Olive,” tutur Santo K. Dirjokusumo sang ayah kepada sumber yang sama.

Peristiwa pemukulan itu terjadi pukul 02.30 WIB dan berlangsung cepat. Karena Olivia dan Beverly tidak terima dengan perlakuan AM dan Nikita Mirzani, mereka lantas membawa kasus ini ke pihak kepolisian.

Bersama teman-teman Olivia dan Beverly, keduanya lalu pergi ke Rumah Sakit Jakarta untuk divisum dan melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya.

Walau terdapat bukti-bukti kuat seperti visum korban dan rekaman CCTV kafe namun kuasa hukum Nikita Mirzani, Minola Sebayang tetap menyangkal peristiwa itu. Minola berujar jika kliennya hanya bermaksud melerai dan bukan menciderai korban. (RN)

Comment di sini