13 Kesepakatan Ahok dengan Buruh

by
October 25th, 2012 at 9:42 am

Merdeka

Jakarta (CiriCara.com) – Rabu, 24 Oktober 2012, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membuat 13 kesepakatan dengan buruh setelah aksi unjuk rasa yang dilakukan para buruh di Balai Kota.

Melalui para buruh yang tergabung dalam Forum Buruh Jakarta, aksi unjuk rasa ini dimaksudkan agar pemerintah lebih memperhatikan nasib mereka. Setelah demo berlangsung, Ahok keluar dari kantornya bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI Jakarta, Deded Sukandar, untuk menemui  para pengunjuk rasa.

Seperti yang dilansir dari Tempo.co, bersama 25 perwakilan buruh, mereka lalu membahas tuntutan kaum buruh hingga akhirnya ditetapkan 13 buah kesepakatan bersama, antara lain:

1. Pemerintah tak menetapkan Komponen Hidup Layak (KHL) pada hari ini.

2. Pemerintah tak menetapkan KHL berdasarkan survei 2012, tetapi dipadu dengan rata-rata survei dan proyeksi November 2012-Desember 2013.

3. Pemerintah mengkaji KHL menjadi 100 item untuk lajang dan 122 item untuk yang telah berkeluarga.

4. Pembahasan tentang ini akan dilakukan pada 2 November dengan melibatkan unsur pengusaha.

5. Upah Minimum Provinsi harus mempertimbangkan besaran inflasi di tahun berikutnya dan penetapan upah di wilayah penyangga Jakarta.

6. Pemerintah harus mengusut dugaan mafia politik dalam penetapan upah murah.

7. Usaha Menengah Sektoral Retail dimasukkan dalam tambahan sektor unggulan.

8.Penetapan upah minimum ditetapkan dalam satu paket ketetapan dan dalam waktu yang bersamaan.

9. Pemerintah harus turun ke lapangan periksa pelanggaran praktek outsourcing.

10. Untuk antisipasi pelanggaran, ruang interview perusahaan outsourcing dilengkapi CCTV

11. Pengawas ketenagakerjaan harus juga aktif turun ke lapangan.

12. Pemerintah meminta buruh membantu memberantas pungli.

13. Keterwakilan unsur pekerja di Dewan Pengupahan merujuk pada Keputusan Menteri 201 Tahun 2011.

Ketigabelas kesepakatan ini lalu ditandatangani oleh Ahok dan Muhammad Toha selaku Sekretaris Jenderal Forum Buruh Jakarta serta perwakilan lain dari Forum Buruh Jakarta.

“Kami mengupayakan yang terbaik sesuai misi kami, Jakarta yang manusiawi,” ujar Basuki setelah menadatangani notulen tersebut seperti dikutip Tempo.co.

Dalam kesempatan itu, Ahok juga terlihat marah terhadap Kadisnaker DKI Jakarta yang terlihat tidak siap dalam menanggapi tuntutan buruh.

“Besok saya minta, yang mereka minta (rincian soal KLH) ada di meja saya pagi-pagi,” kata Basuki tegas kepada Deded. (RN)