Dianggap Acuhkan DPR, Dahlan Iskan Tetap Tenang

by
October 25th, 2012 at 4:41 pm

VIVA

Jakarta (CiriCara.com)Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan kembali menyulut permasalahan dengan anggota DPR.

Dahlan dinilai tak kooperatif saat absen dalam rapat kerja dengan anggota Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) semalam.

Sebelumnya Dahlan sempat absen dalam rapat bersama anggota parlemen pada Senin, 22 Oktober 2012 kemarin. Agenda dalam rapat yang diselenggarakan adalah meminta penjelasan Dahlan tentang inefisiensi di  PT PLN (Persero) sebesar Rp. 37,6 triliun.

Dahlan dianggap berkaitan dengan kasus itu  karena ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN periode 2009 – 2011. Tindakan Dahlan yang absen dua kali dari rapat ini dianggap tidak menghargai parlemen.

“Dia sudah dua kali mangkir dalam rapat kerja dengan anggota Dewan,” kata anggota Komisi Energi DPR, Alimin Abdullah seperti dikutip Tempo.co.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Energi DPR, Effendi Simbolon bahkan mengancam akan melakukan panggilan paksa kepada Dahlan Iskan jika ia tidak datang hingga pemanggilan ketiga.

Menurut, anggota Komisi Energi lainnya, Satya W. Yudha, pemanggilan Dahlan Iskan dimaksudkan untuk membahas pembengkakan biaya bahan bakar PLN dan sama sekali tidak terkait dengan masalah pribadi.

Sedangkan dari pihak Dahlan Iskan, dirinya membantah tudingan bahwa telah sengaja mangkir dari rapat dengan DPR.

“Saya kooperatif. Pasti datanglah (rapat),” kata Dahlan, Rabu, 24 Oktober 2012 kepada sumber yang sama.

Saat absen dari rapat pada hari Senin lalu, Dahlan Iskan sedang menemani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Yogyakarta, Balikpapan, dan Kalimantan Timur. Sedangkan hari ini, Kamis, 25 Oktober 2012, Dahlan pergi ke Jambi untuk mengunjungi perkebunan sawit dan peternakan sapi di PT Perkebunan Nusantara VI.

Bulan April 2012 lalu, hubungan Dahlan dengan DPR memanas ketika Dahlan mengusulkan pemangkasan birokrasi pada perusahaan negara yang bertentangan dengan pendapat anggota Komisi VI DPR. Dahlan juga melarang direksi perusahaan BUMN menyuap anggota DPR yang tentu saja mengundang kekesalan para anggota parlemen. (RN)

Comment di sini