Pejabat Korut Dimortir Karena Minum Alkohol Saat Peringatan 100 Hari Kim Jong-il

by
October 25th, 2012 at 4:13 pm

Chosun Media

CiriCara.com – Setelah ramai diberitakan artis-artis Korea Selatan yang semakin menjamur sekarang ini, kini datang sebuah berita dari Korea Utara.

Pasalnya, pemimpin tercinta warga Korea Utara, yaitu Kim Jong-il telah meninggal pada 17 Desember 2011. Kim Jong-il disebut sebagai Pemimpin Agung, yang sudah memimpin Korea Utara sejak tahun 1994.

Sejak hari meninggalnya sang pemimpin, seluruh warga Korea Utara diharuskan untuk berkabung. Selama periode 100 hari meninggalnya Kim Jong-il, seluruh warga tidak boleh bersenang-senang termasuk minum alkohol.

Akan tetapi, salah seorang perwira militer Korut bernama Kim Chol tertangkap basah sedang menenggak minuman beralkohol dalam periode 100 hari masa berkabung tersebut. Hal itu dianggap sebagai tindakan tidak menghormati sang pemimpin.

Karena sikap tidak hormatnya itu, Kim Jong-un yang sekarang menggantikan posisi Kim Jong-il, ayahnya, memerintahkan Kim Chol untuk dieksekusi dengan mortir pada Januari lalu. Dia dipaksa untuk berdiri di tempat sebagai target, dan diledakkan dengan mortir.

Bukan hanya Kim Chol, satu-satunya pejabat senior yang ditembak mati di tempat, tetapi juga ada 14 anggota senior partai dan beberapa pejabat pemerintahan lainnya yang dieksekusi dengan ledakan mortir karena kedapatan minum minuman beralkohol dan terlibat skandal seks selama masa berkabung tersebut.

Ini adalah konsekuensi yang harus diterima seluruh warga Korea Utara jika mereka berani melakukan kebiasaan bersenang-senang selama periode 100 hari meninggalnya sang pemimpin.

AP/Daily Mail

Bukan hanya itu saja, setiap orang yang didapati tidak mengekspresikan duka yang mendalam setelah kematian Kim Jong-il, maka akan dikirim pada barak untuk melakukan kerja paksa.

Adanya peraturan seperti ini, malah mengubah rasa duka warga Korea Utara menjadi ketakutan yang luar biasa. Seluruh penduduk Korut yang mencapai kira-kira 25 juta orang, dirundung rasa takut dihukum mati kalau-kalau mereka salah beraktivitas. (yk)

Daily Mail

Comment di sini