Awas! Penipu Berkedok ‘Like’ Beredar di Facebook

by
October 29th, 2012 at 10:50 am

Jakarta (CiriCara.com) – Para pengguna Facebook tampaknya harus berhati-hati dalam menggunakan setiap fasilitas yang ditawarkan situs jejaring sosial tersebut termasuk memberikan ‘like’ pada status pengguna Facebook lainnya. Mengapa?

Belakangan ini beredar link Facebook yang berbunyi “Klik ini jika Anda membenci kanker”. Namun siapa sangka jika link tersebut palsu dan hanya digunakan untuk mencari keuntungan bagi pihak lain. Link tersebut hanya berisi gambar yang meminta pengunjung untuk memberikan ‘like’, memberi komentar ‘jump’, dan menunggu beberapa saat untuk melihat sesuatu yang mengejutkan muncul dari layar.

Tentu saja setelah menunggu tidak akan terjadi apa-apa karena link tersebut hanya scam atau palsu. Setelah mengumpulkan banyak ‘like’, halaman itu kemudian dijual untuk mendapatkan uang kepada para pelaku bisnis agar akun mereka terlihat sangat populer.

Yahoo

Diberitakan oleh Yahoo, Daylan Pearce, seorang ahli mesin pencari di Next Digital di Melbourne menjelaskan cara kerja penipuan itu serta menunjukkan bagaimana halaman-halaman itu bisa dijual.

Setelah halaman itu mengumpulkan ribuan ‘like’ dan komentar, maka halaman itu akan memiliki posisi tertinggi dalam News Feed para pengguna Facebook dan bisa dimanfaatkan untuk keperluan bisnis. Menurut Pearce, sebuah halaman dengan 100.000 like bisa dijual seharga $200 atau Rp. 2 juta.

Dalam blog pribadinya, Pearce juga menjelaskan jika ‘like’, ‘share’, dan komentar yang didapat akan membuka peluang keuntungan dalam jangka pendek dan panjang.

Bahkan setelah mendapat 700.000 ‘like’ maka halaman akan dijual kepada pengguna lain yang ingin populer dalam waktu cepat sedangkan informasi mengenai halaman akan diubah dari soal kanker, binatang dan lainnya menjadi ke arah bisnis si pembeli halaman.

Selain Facebook, situs jejaring sosial seperti Twitter juga mengalami resiko penipuan yang sama. Menurut David Em sebagai seorang peneliti jaringan keamanan senior di Kaspersky Lab membenarkan jika situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter mengalami peningkatan target kejahatan di dunia maya.

Para pengguna jejaring sosial rentan mengalami penipuan karena rasa kepercayaan yang mereka miliki terhadap jejaring sosial sebagai sahabat mereka di dunia maya. Sayangnya, rasa kepercayaan ini dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan untuk menipu dan memperoleh keuntungan sendiri. (RN)

Comment di sini