CiriCara: Cara Mengenali Jenis Gejala Demam

by
November 1st, 2012 at 8:47 am

CiriCara.com - Sebagian besar demam pada manusia terjadi karena faktor-faktor infeksi, seperti bakteri, parasit, ataupun virus. Namun, sebenarnya demam juga dapat terjadi karena faktor-faktor non infeksi, seperti lingkungan (suhu lingkungan yang ekstrem), penyakit-penyakit autoimun (arthritis, vaskulitis), dan pemakaian obat-obatan (antibiotik).

Secara umum demam memiliki tiga tingkatan fase, yaitu fase kedinginan, fase demam, dan fase kemerahan.

Fase kedinginan merupakan awal dari peningkatan suhu tubuh yang ditandai dengan aktivitas otot yang menghasilkan panas berlebih. Akan tetapi, panas yang dihasilkan justru akan menimbulkan sensasi dingin berlebihan (menggigil kedinginan).

Pada fase demam, demam yang telah terakumulasi tersebut kemudian akan mengalami keadaan setimbang, yang mana suhu tubuh masih tetap tinggi. Sedangkan fase kemerahan adalah fase penurunan suhu tubuh yang ditandai dengan keluarnya keringat dan kulit tubuh yang berwarna kemerahan.

Demam dapat menjadi acuan untuk mendeteksi terhadap beragam penyakit yang mungkin akan timbul. Berikut macam-macam demam yang dapat dikenali dari ciri-cirinya:

Demam septik atau hektik

Pada jenis demam ini suhu tubuh akan mengalami kenaikan pada waktu malam hari, dan akan turun di bawah suhu normal tubuh pada pagi hari, contohnya yaitu demam tifoid. Kebersihan perorangan yang buruk merupakan sumber timbulnya demam tifoid. Masa inkubasi demam septik dapat berlangsung 7-21 hari, beberapa gejala awal dari demam ini antara lain sakit kepala bagian depan, nyeri otot, bercak-bercak pada lidah kotor, dan gangguan pada perut.

Demam remiten

Pada jenis demam ini suhu tubuh justru turun setiap hari dan tidak dapat kembali mencapai suhu normal kembali. Demam ini banyak terjadi pada anak-anak (pediatrik), awalnya penyebab demam belum mengarah pada suatu penyakit atau infeksi tertentu. Diagnosa penyakit biasanya baru dapat diketahui pada hari ke-3. Penyakit-penyakit infeksi yang timbul akibat demam ini antara lain adalah infeksi saluran nafas atas (flu, batuk), otitis media (nyeri pada telinga), tonsilitis faringitis dan laryngitis (nyeri pangkal kerongkongan, suara serak), stomatitis herpetika (radang rongga mulut), dan demam pasca imunisasi.

Demam intermiten

Pada jenis demam ini suhu tubuh dapat turun beberapa jam dalam satu hari, contohnya malaria, limfoma (kelainan pada kelenjar getah bening), endokarditis (peradangan pada otot jantung).

Demam Kontinyu

Pada jenis demam ini suhu tubuh akan bervariasi atau terus berubah-ubah sepanjang hari, contohnya malaria falciparum malignan (tipe malaria yang banyak dijumpai di daerah endemis).

Demam Siklik

Pada jenis demam ini suhu tubuh akan mengalami kenaikan selama beberapa hari dan kemudian turun menjadi normal. Namun, beberapa hari kemudian suhu akan mengalami peningkatan kembali. Contoh dari demam ini adalah demam berdarah (demam dengue), demam kuning, poliomielitis (lumpuh layu), cikungunya (nyeri pada sendi), dan leptospirosis (kencing tikus yang dapat menyerang saraf manusia).

Dengan mengetahui dan mengamati ciri-ciri dari demam tersebut, maka kita dapat lebih mewaspadai terhadap jenis penyakit yang akan timbul. (RF)

Comment di sini