Polisi dan Tentara Mesir Berjenggot Demo Tuntut Dipekerjakan Kembali

by
November 1st, 2012 at 1:59 pm

CiriCara.com – Dilansir dari Reuters.com, puluhan polisi dan tentara Mesir yang dinon-aktifkan dari pekerjaannya pada bulan Februari lalu, mengadakan demo di depan kantor Kementerian Dalam Negeri. Mereka menuntut Presiden Mohamed Mursi untuk mengembalikan pekerjaan mereka.

Memang sudah lama, para polisi dan tentara yang dinon-aktifkan karena memelihara jenggot ini, mencari-cari celah untuk menantang pengadilan supaya mengembalikan pekerjaan mereka.

Kabarnya, semasa pemerintahan Presiden Hosni Mubarak, diberlakukan peraturan tidak tertulis yang melarang seluruh anggota kepolisian, keamanan dan pertahanan untuk menumbuhkan jenggot.

Salah seorang dari 64 petugas kepolisian Mesir yang dinon-aktifkan karena memiliki jenggot, Hany Maher berkata, “Tidak ada yang dapat mencegah kita untuk menumbuhkan jenggot.”

Menanggapi kasus tersebut, Mursi mengatakan bahwa selama masa kampanyenya, dia tidak pernah menunjukkan rasa keberatan jika seluruh petugas keamanan Mesir memelihara jenggot.

Empat petugas kepolisian pernah menentang pemberhentian mereka di pengadilan dan putusan dari pengadilan ialah memerintahkan Kementerian Dalam Negeri untuk mempekerjakan mereka kembali. Namun, perintah dari pengadilan itu belum juga dilaksanakan.

Mohamed Fadly, salah seorang polisi yang dinon-aktifkan, mengatakan bahwa alasan pemerintah tidak mengindahkan putusan pengadilan dan menolak untuk mempekerjakan mereka lagi, merupakan bentuk upaya untuk “mengatasi kekuatan sekuler” (appease seculer powers).

Pada masa pemerintahan Presiden Mubarak, jika pria kedapatan memiliki jenggot, hal itu akan menghalangi orang tersebut untuk bekerja pada instansi pemerintah. Namun sekarang, pada masa pemerintahan Presiden Mursi, pejabat pemerintahan yang tinggi seperti perdana menteri, malah memelihara jenggot.

Perubahan sangat jelas terlihat antara kekuasaan Presiden Mubarak dan Presiden Mursi. Seluruh aturan tak tertulis yang ada pada masa Presiden Mubarak tidak berlaku lagi setelah pemerintahan dikuasai oleh Presiden Mursi.

(yk)

Reuters

Comment di sini