4 Bahasa Tubuh Pewawancara Saat Anda Gagal

by
November 2nd, 2012 at 3:25 pm

CiriCara.com – Saat Anda dipanggil untuk mengikuti tes wawancara kerja, tentunya membuat suasana hati menjadi tegang tak karuan. Jika wawancara berlangsung lancar, maka Anda berhak mengikuti proses seleksi berikutnya atau malah langsung mendapatkan posisi yang diinginkan. Namun, tak semua orang bisa bersikap tenang pada saat tes wawancara itu berlangsung.

Sikap tegang yang Anda tunjukkan pada saat wawancara terkadang malah membuat tigkah laku menjadi aneh atau melakukan hal-hal kecil tanpa disadari, seperti memainkan alat tulis, menggoyang-goyangkan kaki, dan lain sebagainya. Jika hal tersebut Anda lakukan, maka akan menimbulkan kesan buruk pada si pewawancara sehingga tidak akan lolos.

Jika tes wawancara tidak sukses, maka Anda harus melupakan keinginan untuk bisa bekerja di perusahaan tersebut. Namun, Anda juga bisa melihat bahasa tubuh yang dilakukan oleh si pewawancara jika Anda gagal dalam tes wawancara tersebut. Untuk mengetahui gerakan-gerakan apa saja yang dilakukan si pewawancara, mari simak ulasan berikut ini:

1. Berhenti membuat catatan, melihat jam, dan memotong jawaban

Gerakan-gerakan tersebut menunjukkan bahwa dia sudah bosan mendengar berbagai jawaban dari Anda. Jika hal tersebut terjadi, maka Anda boleh saja melontarkan pertanyaan pada si pewawancara. Dilansir Kompas.com, Susan Constantine, konsultan SDM memberi contoh, “Jika Anda tak keberatan, saya punya pertanyaan.” Saat melakukan hal ini, berhentilah berbicara sebentar, lalu ganti intonasi suara untuk mendapatkan perhatian mereka. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan gerakan tangan saat berbicara untuk memberi tekanan dan menunjukkan minat.

2. Melipat tangan di dada

Selain melipat tangan di dada, menggeser pundak atau kaki ke arah pintu keluar yang dilakukan pewawancara dapat diartikan bahwa dia tersinggung. Cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu membahasnya secara langsung. Tanyakan kepadanya apakah Anda telah mengatakan sesuatu yang tidak sopan atau menyinggung perasaannya. Jika iya, maka Anda harus segera meminta maaf.

3. Menaikkan alis mata

Jika si pewawancara menaikkan alis mata, maka bisa diartikan bahwa dia tidak setuju atau tidak mempercayai Anda. Dilansir Kompas.com, Ronald Riggio, PhD, profesor bidang psikolog kepemimpinan dan organisasi di Claremot McKenna College mengatakan bahwa jika Anda menganggap komentar Anda mendapat perlawanan, sebaiknya bahas hal itu secara langsung. Sampaikan secara sopan dengan mengatakan, “Saya merasa Anda tidak setuju apa yang tadi saya katakan, apakah ada yang bisa saya jelaskan lebih lanjut?”

4. Membaca CV sepanjang wawancara berlangsung

Gerakan ini menunjukkan bahwa dia lebih baik berada di tempat lain saja. Namun, tak usah khawatir karena hal tersebut mungkin bukan kesalahan Anda. Tidak semua orang bisa menjadi pewawancara yang baik. Selain itu, Anda juga bisa mengubah dinamika wawancara dengan mengatakan, “Apa yang bisa saya sampaikan mengenai pengalaman kerja saya?.”

Itulah berbagai gerakan yang dilakukan pewawancara jika Anda tidak lolos dalam tes wawancara. Namun, jangan sampai Anda mengambil kesimpulan yang salah. Sebaiknya Anda amati gerak-gerik pewawancara sebelum wawancara dimulai. Jika pada dasarnya pewawancara sudah gelisah atau bermuka masam, maka kemungkinan hal tersebut tidak ada hubungannya dengan Anda. (NR)

Comment di sini