Akhirnya Pembajak Game Indonesia Menyerah dan Kabur

by
November 6th, 2012 at 10:58 am

Jakarta (CiriCara.com) – Mungkin karena hanya dianggap sebagai negeri antah berantah, banyak pengembang game asing yang mencuri game buatan Indonesia. Salah satu korban terbarunya adalah Elventales, pengembang game asal Surabaya yang membuat Chase Burger.

Chase Burger dicuri oleh pengembang game asal China dan diganti namanya menjadi, Hungry Chase. Game bajakan itu lalu dijual di App Store bagi para pengguna Apple dan Google Play untuk pengguna Android.

Diberitakan oleh Kompas.com, walau telah dicuri dan dirilis pada akhir Oktober 2012 kemarin, di dalam game masih bisa ditemukan teks dan logo Elvantales Games.

Tak tinggal diam, Elventales lalu mengirim surat peringatan kepada May Game, pengembang game asal China itu. Dan akhirnya, May Game menghapus game tersebut dari App Store dan Google Play.

CEO Elventales, Mahdi Basroni Rizal mengirim surat peringatan lewat e-mail ke alamat maygame2012@gmail.com milik May Game. Rizal mengaku tidak melaporkannya secara langsung ke pihak Apple maupun Google.

“Jam 3 sore saya lihat game itu masih ada. Lalu sekitar jam 8 malam saya cek lagi, Hungry Chase sudah dihapus dari App Store dan Google Play,” kata Mahdi, Senin, 5 November 2012 seperti dikutip Kompas.com.

Walau May Game tidak membalas surat peringatan namun Mahdi menganggap kasusnya telah selesai.

Elvantales awalnya membuat game Chase Burger untuk ponsel Nokia dan ponsel yang memakai platform flash. Mahdi mengatakan jika kemungkinan besar Chase Burger dicuri May Game dari versi flash.

“Format flash memang gampang dibongkar. Lalu May Games mencuri aset dan mengemasnya lagi untuk Android dan iOS dengan judul Hungry Chase,” jelas Mahdi seperti dikutip oleh sumber yang sama.

Chase Burger adalah sebuah game yang mengisahkan perjuangan tokoh utama yang mengejar burger miliknya yang dicuri oleh tentara musuh. Pemain nantinya hanya perlu meloncat dan meluncur di lantai serta terus berlari. (RN)

Comment di sini