CiriCara: Cara Uji Alergi pada Anak

by
November 6th, 2012 at 2:57 pm

CiriCara.com - Alergi tentu sangat merepotkan bagi para penderitanya. Orang tua pun juga bisa kerepotan jika alergi menyerang anak mereka. Namun sekarang ini berkat kemajuan teknologi beberapa pengujian pendahuluan dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya alergi pada anak.

Berikut adalah sejumlah cara untuk mengetahui alergi pada anak:

Tes tusuk kulit (Skin Prick Test)

Tes ini dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa alergen yang berasal dari makanan (terutama seafood) maupun senyawa yang berterbangan dan dapat dihirup (debu, serbuk). Pengujian dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan khusus, seperti ekstrak berbagai senyawa alergen. Bahan-bahan tersebut selanjutnya diinjeksikan menggunakan jarum khusus ke dalam sisi dalam kulit lengan bawah.

Untuk melakukan tes ini anak haruslah berusia minimal 3 tahun, dalam kondisi badan sehat, dan tidak sedang mengonsumsi obat antialergi (antihistamin) dalam waktu 3 – 7 hari. Hasil tes sendiri dapat diketahui dalam waktu 15 menit, jika terbukti positif alergi maka akan timbul reaksi gatal dan merah-merah pada kulit.

Tes tempel (Patch Test)

Tes ini dilakukan untuk mengidentifikasi alergi yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia. Namun, syarat-syarat yang harus dipenuhi antara lain yaitu usia anak minimal harus 3 tahun, dan dua hari sebelumnya dilarang melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan keringat berlebih, dilarang mandi, dan tidak menggunakan obat-obat oles, seperti salep.

Pengujian dilakukan dengan cara menempelkan bahan-bahan kimia alergen pada kulit, umumnya ditempatkan pada kulit punggung. Hasil tes akan didapat setelah 48 jam. Jika hasilnya positif maka pada kulit akan timbul warna atau bercak kemerahan.

Tes RAST (Radio Allergo Sorbent Test)

Tes ini juga dilakukan untuk menguji senyawa alergen yang berasal di udara (dapat dihirup) dan alergen pada makanan. Berbeda dengan tes di atas, pengujian dapat dilakukan terhadap usia anak berapa pun, namun anak tetap tidak diperbolehkan mengonsumsi obat-obatan terlebih dahulu. Tes dilakukan dengan mengambil serum darah sebanyak 2 cc yang kemudian diuji menggunakan mesin komputerisasi khusus. Hasil tes akan diketahui setelah 4 jam kemudian.

Tes kulit intrakutan

Tes ini dilakukan untuk mengetahui alergi terhadap jenis obat-obat tertentu (khususnya yang disuntikkan). Syarat yang harus dipenuhi yaitu harus dilakukan terhadap anak dengan usia minimal 3 tahun. Tes dilakukan dengan cara menyuntikkan obat-obat penyebab alergi dilapisan bawah kulit. Hasil pengujian dapat diketahui lebih cepat, yaitu setelah 15 menit. Uji positif menandakan akan timbul merah dan gatal-gatal pada kulit.

Tes provokasi makanan

Tes ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui alergi terhadap jenis-jenis makanan tertentu, dan pengujian dapat diterapkan pada usia anak berapa pun. Untuk memastikan jenis makanan penyebab alergi dapat dilakukan dengan diet terbuka, yaitu dengan melakukan eliminasi terhadap beberapa makanan penyebab elergi selama 2 – 3 minggu. Bila tidak terjadi alergi, maka provokasi dapat dilanjutkan terhadap makanan lainnya secara bertahap.

Tes provokasi obat

Tes ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui alergi terhadap obat-obat yang diminum, tetapi dalam satu hari hanya boleh menggunakan satu saja jenis obat, dengan selang waktu selama satu minggu. Uji dapat dilakukan terhadap usia anak berapapun, dan dilakukan dengan pemberian obat secara oral kepada anak. Kemudian secara bertahap dosis dinaikkan dan ditunggu reaksinya selama 15 – 30 menit.

Berbagai pengujian di atas tersebut sangatlah berguna untuk mengantisipasi gejala dini terjadinya alergi pada anak. Namun, semuanya harus dilakukan oleh dokter-dokter yang telah ahli dan jangan pernah mencoba untuk melakukannya sendiri. (RF)

Comment di sini