CiriCara: Ciri dan Perilaku Bayi Penderita Alergi

by

CiriCara.com - Bayi masih memiliki sistem imun yang tergolong lemah dan rentan. Alergi yang terjadi pada bayi disebabkan karena terganggunya mekanisme respon sistem imun terhadap kandungan protein susu.

Pemberian susu formula pada bayi sebenarnya tidak dianjurkan, tetapi terkadang hal ini tak bisa dihindari karena beberapa hal, seperti ibu bayi yang tidak dapat memroduksi ASI, sakit, maupun meninggal. Pemberian susu formula ini dapat saja berisiko menimbulkan gejala-gejala alergi, seperti diare, muntah, sembelit, feses yang berlendir dan berdarah.

Mekanisme alergi protein susu pada balita terdiri dari 3 reaksi mekanisme klinis, di antaranya reaksi cepat (langsung terjadi reaksi), reaksi sedang (antara 45 menit hingga 20 jam), dan reaksi lambat (lebih dari 20 jam). Untuk mencegah hal-hal tersebut, kita sebenarnya dapat mengamati prilaku atau ciri-ciri pada bayi yang menderita alergi. Berikut adalah ciri-ciri dari perilaku yang dapat diamati:

Gangguan neuro anatomis

Gangguan ini dapat diamati dari gerakan tangan, kaki, dan bibir yang sering gemetar, mudah kaget bila ada suara, serta kaki lebih sering dijulurkan lurus dan kaku. Bayi penderita gangguan ini bila menangis maka nafas akan berhenti beberapa detik, terkadang disertai dengan bibir yang membiru dan tangan yang juga kaku.

Gerakan motorik berlebih

Gangguan ini dapat diamati dari perilaku bayi yang rewel dan tidak bisa diam. Ciri-ciri tersebut antara lain gerakan tangan dan kaki yang berlebihan, kepala sering digerakkan secara kaku ke arah belakang, dan tidak suka dalam posisi tidur. Pada usia 6 bulan, bayi akan rewel jika digendong, sering membenturkan kapala, dan sering terjatuh dari tempat tidur.

Gangguan tidur

Tingkah laku bayi yang dapat diamati adalah gelisah, bayi lebih menyukai tidur tengkurap daripada telentang, berbicara sewaktu tidur, mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tertidur lelap dalam jangka waktu lama.

Peningkatan agresifitas

Pada bayi usia 6 bulan sering kali memukul-mukul muka atau menarik-narik rambut orang, sering menarik puting susu ibu dengan gusi atau gigi, dan sering menjilat-jilat tangan orang. Bayi juga terkadang sering memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya.

Gangguan konsentrasi

Bayi yang menderita alergi akan mengalami gangguan dalam berkonsentrasi, seperti cepat bosan terhadap suatu aktivitas permainan, tidak menghiraukan ketika diajak berinteraksi, minum susu sering terhenti (tidak sampai habis), dan sering memperhatikan hal-hal yang lebih menarik, namun tidak berlangsung lama atau hanya sebentar.

Emosi meningkat

Pada kondisi ini emosi bayi akan meningkat dengan tajam, contohnya berteriak-teriak ketika ingin sesuatu (minta minum), sering terburu-buru dalam melakukan sesuatu dan tidak sabaran.

Gangguan oral

Gangguan oral adalah gangguan dalam berbicara atau bayi yang terlambat berbicara. Selain itu, bayi juga bisa mengalami gangguan dalam mengunyah dan menelan makanan, bayi lebih sering menolak makanan yang banyak mengandung serat, sehingga makanan tersebut harus diblender untuk dapat dimakan. (RF)


comments powered by Disqus