Lagi, Iklan Obral TKI Beredar di Singapura

by
November 6th, 2012 at 2:59 pm

Kompas

Jakarta (CiriCara.com) – Setelah beredar kabar penjualan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Malaysia dengan harga murah, kini beredar lagi iklan obral penjualan TKW (Tenaga Kerja Wanita) di Singapura.

Karena iklan ini, banyak pihak mendesak Kementerian Luar Negeri untuk menghentikan praktik penjualan TKW asal Jawa kepada Pemerintah Singapura. Praktik penjualan TKW di Singapura dianggap sebagai bentuk perbudakan terhadap tenaga kerja asal Indonesia.

Hal ini juga disampaikan oleh Komisi III DPR dari Fraksi PDI-P, Eva Kusuma Sundari. Eva mengatakan jika ia menerima informasi dari WNI yang berada di Singapura tentang iklan penjualan TKW asal Jawa di Bukit Timah Plaza, Singapura.

Iklan di Singapura itu tidak hanya berupa spanduk atau billboard yang bertuliskan nama situs dan agensi penjual TKW, dalam bentuk nyata bahkan para TKW diminta duduk berjajar dengan menggunakan seragam layaknya barang dagangan yang siap dibeli.

Situs yang menjual jasa TKW asal Indonesia/Javamaids.com

“Iklan juga memuat sistem pembelian TKW Jawa dengan cara tidak memberi gaji selama enam bulan. Cara penjualan TKW seperti itu dilakukan oleh banyak agensi di mal-mal di Singapura,” ungkap Eva lagi seperti dikutip oleh Kompas.com.

Penjualan TKW di Singapura dinilai sangat bertentangan karena di dunia internasional telah terjadi kesepakatan antar semua negara tentang penghapusan perbudakan. Berbagai pihak juga menilai tindakan ini sebagai aksi perdagangan manusia dalam dunia modern.

Selaku anggota DPR, Eva menambahkan bahwa seharusnya kepemimpinan TKI dikembalikan ke negara yang sebelumnya dipegang oleh perusahaan swasta.

Aturan mengenai Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja di Luar Negeri sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004. Namun dalam praktiknya, undang-undang ini nampaknya belum melindungi seluruh tenaga kerja yang berada di luar negeri.

Sebelum iklan TKW di Singapura, rakyat Indonesia sudah cukup dipermalukan dengan iklan TKI on Sale di Malaysia beberapa waktu lalu. (RN)

Comment di sini