CiriCara: Ciri Makanan Pemicu Asma

by
November 9th, 2012 at 1:30 pm

CiriCara.com – Gangguan asma merupakan kondisi kritis yang terjadi di paru-paru akibat dari penyempitan maupun peradangan di sepanjang sistem saluran pernapasan. Gejala-gejala asma biasanya dapat dikenali dari tanda berupa sesak napas dan batuk-batuk.

Gangguan saluran pernapasan terjadi karena berbagai faktor yang tidak spesifik, misalnya udara dingin, polusi, perubahan tekanan udara, kondisi psikis, kelelahan, dan makanan. Khusus makanan, penderita asma sering tidak memperhatikan jenis makanan apa saja yang dapat memicu terjadinya asma.

Bagi penderita asma, jenis makanan yang harus dihindari adalah makanan yang mengandung sulfit. Bahan sulfit banyak digunakan sebagai bahan pengawet di sebagian besar produk makanan, dengan nama turunan seperti sulfur dioksida, kalium bisulfit atau kalium metabisulfit, natrium bisulfit, natrium metabisulfit, atau natrium sulfit.

Berikut adalah ciri dan jenis makanan yang harus dihindari tersebut:

1. Udang beku dan produk pengawet

Sebagai makanan yang diawetkan udang beku membutuhkan pengawet untuk mempertahankan masa simpannya, pengawet yang umum digunakan adalah sulfit. Penggunaan sulfit diperlukan untuk untuk mencegah pembentukan flek hitam pada udang yang dapat menurunkan mutunya. Oleh karena itu, tidak heran jika sulfit ditemukan dalam jumlah tinggi pada produk udang beku.

Namun, jika ingin tetap mengkonsumsi udang sebaiknya dilakukan dalam bentuk segar. Sulfit juga banyak ditemukan dalam produk pangan yang diawetkan lainnya, seperti kentang goreng kemasan, kismis, nanas, aprikot, dan cranberry.

2. Minuman sari buah, teh, dan bir

Dalam bentuk olahan, produk-produk tersebut banyak mengandung sulfit yang berasal dari pengawet yang digunakan. Pengawet biasa dipakai untuk mencegah pertumbuhan bakteri-bakteri yang merugikan. Pada awalnya pengaruh minuman-minuman tersebut akan menyebabkan kulit memerah, biduran, sakit perut atau diare, dan tekanan darah yang meningkat.

Jika terjadi pada penderita asma dapat beresiko menyebabkan gejala shock anafilaksis yang fatal. Mekanisme ini terjadi karena sulfit akan membentuk gas ketika bercampur dengan air liur yang berada dalam mulut sehingga kemudian menghasilkan gas. Reaksi tersebut akan menyebabkan saluran pernapasan menjadi tegang dan menyempit. Pada beberapa orang, pengawet mengakibatkan organ hati tidak mampu mengkonversi sulfit akibat kekurangan enzim oksidase sulfit, sehingga akan memicu kenaikkan jumlah sulfit dalam tubuh.

3. Makanan fermentasi

Berbagai makanan fermentasi seperti paprika, manisan, dan acar banyak mengandung sulfit. Sulfit yang terdapat dalam makanan tersebut merupakan hasil samping dari proses fermentasi, sehingga setiap produk fermentasi dapat mengandung sulfit dalam jumlah tertentu. Ini tentu berbahaya untuk penderita asma.

4. Pangan penghasil sulfit

Secara alami sulfit juga dapat ditemukan di beberapa bahan pangan hasil pertanian. Beberapa bahan pangan tersebut adalah asparagus, daun bawang, pati jagung, telur, bawang putih, selada, sirop, salmon, kedelai, dan tomat.

Itulah berbagai makanan yang harus dihindari dan diwaspadai bagi penderita gangguan asma. Karena makanan tersebut akan mengakibatkan penyakit asma bertambah parah. (RF)

Comment di sini