Dampak Buruk dari Jejaring Sosial

by
November 9th, 2012 at 10:33 am

CiriCara.com - Jejaring sosial kini sudah digunakan oleh banyak orang. Bahkan, satu orang menggunakan lebih dari satu jejaring sosial, seperti mereka memiliki akun di Facebook, Twitter, Yahoo, Instagram, dan jejaring sosial lainnya. Dengan menggunakan jejaring sosial tersebut bisa memudahkan mereka untuk mengakses berbagai informasi dan sebagai wadah bersosialisasi.

Namun, apakah media sosial berfungsi sebagai alat pemersatu? Menurut beberapa penelitian malah menunujukkan bahwa jejaring sosial bukanlah berfungsi sebagai pemersatu. Mengapa?

Banyak remaja yang sudah mengenal jejaring sosial tersebut dan mereka asyik dengan kesibukannya di situ. Jika memiliki friendlist banyak, maka menandakan bahwa mereka populer dan dikenal oleh bayak orang. Hal itulah yang membuat mereka asyik di dunia mayanya.

Ironisnya, tidak semua orang yang ada di friendlist-nya itu mereka kenal di dunia nyata. Bahkan, ada juga yang tidak sama sekali mereka kenal. Dilansir Merdeka.com, Nina Strochlic, seorang penulis di Daily Beast menuliskan bahwa saat ini remaja, anak muda bahkan orang-orang dewasa banyak yang menggemari Facebook, Twitter, atau jejaring sosial lainnya. Aktif di jejaring sosial tersebut terkadang membuat mereka lupa pada kehidupan nyata.

Selain itu, dalam bukunya Strochlic juga menuliskan bahwa sejak munculnya situs-situs jejaring sosial khusunya Facebook, banyak orang yang sangat berbeda dengan dunia nyatanya. Di jejaring sosial mereka terlihat sosok yang periang, namun di dunia nyata malah menjadi pemalu dan tidak seramai ketika di Facebook atau jejaring sosial lainnya.

Dengan terus berkutat dengan jejaring sosial tersebut, secara tidak sadar mereka akan terbius dan menciptakan pertemanan atau persahabatan ilusi sendiri. Mereka akan sadar ketika suatu waktu tidak ada status yang perlu dikomentari atau tidak ada berita-berita menarik lainnya yang heboh di jejaring sosial. Jika hal tersebut mereka rasakan, maka akan merasa kesepian karena tidak ada teman untuk diajak berbicara atau bercanda.

Dilansir dari sumber yang sama, Dr Gwenn O’Keefe, seorang penulis di CyberSafe menjelaskan bahwa seseorang yang sudah kecanduan Facebook dan jejaring sosial lainnya hanya mengetahui apa arti komunikasi dan aktivitas di dunia maya saja. Ketika mereka berhadapan dengan dunia nyata, biasanya malah akan kebingungan karena waktunya hanya dihabiskan untuk berkutat di dunia maya saja. Mereka terkadang tidak tahu apa yang harus dilakukan atau topik pembicaraan apa yang harus dibangun ketika berinteraksi dengan orang lain di dunia nyata.

Sebenarnya, aktif di jejaring sosial boleh-boleh saja Anda lakukan asalkan harus tahu waktu. Jangan habiskan waktu Anda untuk berkutat di jejaring sosial saja karena akan berdampak buruk pada kehidupan nyata nantinya. Jika ingin mengakses informasi di media sosial, maka Anda bisa membuka situs-situs yang memberikan informasi teraktual agar menambah pengetahuan. Selain itu, Anda juga bisa mem-follow akun @CiriCara untuk mendapatkan informasi yang bisa menambah pengetahuan. (NR)

Comment di sini