CiriCara: Cara Pengobatan Asma dari Keluhannya

by
November 12th, 2012 at 4:58 pm

CiriCara.com – Cara penanganan asma terbaik adalah dengan melihat keluhan-keluhan yang ditimbulkan. Dengan cara itu akan lebih efektif dalam mencegah gejala asma. Asma memang penyakit yang tidak dapat disembuhkan, tetapi beberapa jenis obat dapat membantu meringankan gejalanya.

Berdasarkan fungsinya obat asma dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu obat pereda, obat pencegah, dan obat pengontrol. Kebanyakan memang obat-obat tersebut disediakan dalam bentuk perangkat inhalasi atau inhaler. Meskipun begitu, sebagian lainnya juga tersedia dalam bentuk tablet, suntikan, dan sirup.

- Obat pereda merupakan obat yang digunakan untuk meredakan serangan asma. Contoh dari obat jenis ini adalah salbutamol, terbutalin, bambuterol, fenoterol dan formeterol.

- Obat pencegah digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan di saluran pernapasan, sehingga dapat menurunkan gejala asma yang terjadi. Contoh dari obat jenis ini adalah kortikosteroid, seperti beklometason, budesonid, dan flutikason.

- Obat pengontrol, obat ini digunakan ketika penyakit asma sudah tidak dapat lagi ditangani dengan pemakaian obat-obat pencegah. Contoh obat pengontrol adalah salmeterol dan eformoterol. Fungsinya untuk menjaga agar saluran pernafasan tetap terbuka selama 12 jam, tapi jenis obat ini tidak mampu mengobati peradangan.

Penggunaan obat-obat tersebut harus mendapat pengawasan ketat dari dokter, terutama kortikosteroid yang memiliki efek samping. Tapi sebelum lebih jauh Anda menggunakan obat-obatan tersebut, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan sebelum asma muncul. Simak penjelasannya berikut ini:

1. Rencanakan perawatan medis Anda

Asma merupakan penyakit yang memerlukan perawatan intensif, dengan mengatur dan merencanakan perawatan medis yang akan dilakukan membuat asma akan lebih mudah untuk ditangani dan dikendalikan. Untuk itu, Anda harus ke dokter dan ceritakan secara rinci mengenai keluhan-keluhan yang terjadi terkait asma.

2. Identifikasi dan hindari penyebab asma

Ada banyak sekali faktor dari luar yang dapat mempengaruhi timbulnya asma, diantaranya adalah alergi, infeksi virus, stres, asap rokok, dan lain-lain. Selidiki dan temukan apa penyebab Anda mengalami asma dari beberapa faktor tersebut. Setelah itu ambil upaya-upaya untuk menghindarinya.

3. Cermati sistem pernapasan

Cermati sistem pernapasan Anda, seperti apakah Anda sering batuk-batuk ringan, atau napas yang terengah-engah dan pendek. Biasanya fungsi paru-paru akan terlihat menurun saat datangnya serangan asma. Jika Anda teliti dan cermat dalam menyikapi tanda-tanda tersebut, maka penanganan segera dapat dilakukan. Sehingga Anda juga tidak membutuhkan banyak obat untuk mengontrol gejala asma ini.

4. Jangan hentikan pengobatan

Ketika asma dirasa tidak menyerang kembali, sebaiknya Anda tidak menghentikan program pengobatan yang sedang dilakukan. Sebaiknya selalu konsultasikan masalah ini kepada dokter terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Bawa serta obat-obat yang telah digunakan selama terapi pengobatan, sehingga dokter dapat lebih tepat dalam mengambil kesimpulan dari penyakit asma Anda.

Meski penyakit asma tidak bisa disembuhkan secara total, Anda tetap bisa merasa sehat jika bisa mencegah asma itu muncul. Karenanya, pencegahan lebih baik daripada mengobati.

(RF)

Comment di sini