Kronologi Pemerkosaan TKW oleh Polisi Malaysia

by
November 12th, 2012 at 10:39 am

Detik

Jakarta (CiriCara.com) – Kasus pemerkosaan Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia di Malaysia terus bergulir. Pengadilan Bukti Mertajam, Penang, Malaysia telah menahan tiga orang polisi dari Kepolisian Perai.

Dilansir dari Tempo.co, Kepala Deputi Kepolisian Penang, Komisaris Datuk Abdul Karim Hanafi mengatakan bahwa penyidik telah mengamankan ketiga polisi tersebut pada Jumat, 9 November 2012.

“Kami sudah menahannya, dan mereka dikenai pasal 376 tentang pemerkosaan,” ujar Abdul Karim seperti dikutip oleh Tempo.co dari media Malaysian Insider, Ahad, 11 November 2012.

Kejadian pemerkosaan ini berawal saat korban yang berusia 25 tahun akan pulang ke rumah pada hari Jumat pukul 06.30 waktu setempat. Bersama dengan rekan yang lain, korban menaiki sebuah taksi.

“Selepas rekannya turun, polisi lalu menghentikan taksi yang ditumpangi korban di pusat perbelanjaan Megamall di Perai,” kata Lau Chiek Tuan, Koordinator Bukit Mertajam Barisan Nasional.

Selanjutnya petugas kepolisian meminta surat-surat kendaraan sopir taksi tersebut. Melihat ada seorang warga asing di bangku belakang taksi, petugas lantas menanyakan paspor korban. Korban yang tidak membawa paspor asli hanya menunjukkan fotokopinya. Karena tidak terima, petugas lalu menggiring sopir dan penumpangnya itu ke kantor polisi.

Selama proses pemeriksaan berlangsung, sopir taksi lalu dilepas namun korban tetap ditahan. Saat korban memohon untuk dilepaskan, petugas kepolisian itu menanyakan jumlah uang yang dibawa korban. Hanya karena tidak membawa uang, petugas lalu memperkosanya secara bergiliran di sebuah ruangan di kantor polisi.

Kemudian ketiga polisi itu mengantar korban ke tempat tinggalnya dengan ancaman agar tidak mengadu. Tapi korban lalu mengadu kepada Lau dan segera melapor ke polisi. Dari pengakuan korban sendiri, pemerkosaan terhadap perempuan Indonesia tidak hanya terjadi sekali karena sebelumnya sudah ada beberapa korban. Laporan ini dilakukan korban agar kejadian serupa tidak terulangi lagi.

Para TKI dan TKW yang berada di Negeri Jiran memang sering mendapat perlakuan tidak senonoh dari majikan dan masyarakat sekitar. Bahkan beberapa waktu lalu sempat beredar iklan lewat selebaran gelap yang menjual jasa TKI di Malaysia dengan harga murah. (RN)

Comment di sini