50 Juta Orang Pernah Meninggal Akibat Flu

by
November 13th, 2012 at 10:46 am

CiriCara.com - Sejak dideskripsikan pertama kali oleh Hipocrates, virus Influenza telah banyak menyebabkan morbiditas dan mortalitas di hampir seluruh dunia. Pandemi pertama penyakit flu disebabkan oleh varian H1N1 (1918-1919), dan mulanya hanya menyebabkan gangguan ringan pada saluran pernafasan.

Pada saat itu wabah penularan terjadi melalui manusia ke manusia dan belum melibatkan peran unggas. Korban jiwa yang ditimbulkan juga tidak banyak.

Flu pertama tersebut terjadi di negara Spanyol, sehingga disebut dengan flu Spanyol. Di tahun yang sama wabah juga terjadi di beberapa belahan dunia, sehingga menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit. Diperkirakan keseluruhan pandemi ini menelan sekitar 50 juta korban jiwa, yang merupakan jumlah terbesar pada saati itu.

Pada tahun 1957 pandemik kedua terjadi di China yang kemudian menyebar dengan cepat ke Singapura dan Hong Kong. Akibat pandemi ini menyebabkan sekitar 1 juta manusia meninggal dunia. Berdasarkan analisa genetik dan biokimia yang dilakukan, virus flu penyebab pandemik ini adalah varian Influenza Asian (H2N2).

Virus H2N2 diperkirakan berasal dari penggabungan genetik antara virus Influenza asal manusia dan virus Influenza asal burung (unggas). Beberapa tahun kemudian virus H2N2 ini kembali bermutasi menghasilkan varian baru H3N2.

Beberapa dekade kemudian, di tahun 1977 virus influenza varian H1N1 kembali menyerang wilayah China dan Rusia. Wabah ini tergolong unik, di mana penderita yang diserang hanya berumur di bawah 25 tahun. Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa mereka yang terkena infeksi belum mendapatkan kekebalan terhadap virus influenza, seperti yang terjadi pada mereka yang telah berumur.

Akibat wabah yang terus terjadi, di tahun inilah kemudian mulai dikembangkan vaksin yang berasal dari virus influenza yang telah dilemahkan untuk merangsang kekebalan tubuh jangka panjang.

Hingga pada tahun 1997 di Hongkong terjadi pertama kali wabah infeksi varian H5N1 yang mampu menginfeksi manusia. Sebelumnya H5N1 dikenal sebagai virus flu yang hanya menyerang unggas saja.

Walaupun korban jiwa tidak banyak, namun saat itu belum ditemukan pengobatan yang sesuai mengenai infeksi ini, sehingga penderita yang terjangkit dipastikan mati dalam waktu beberapa hari. Oleh karena itu, penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan memusnahkan seluruh unggas yang masih hidup. Meskipun membutuhkan biaya yang sangat mahal sebagai ganti rugi dalam pemusnahan ini, untuk sementara pencegahan penularan berhasil dihentikan.

Pada awal tahun 2003 wabah baru H5N1 kembali muncul menyerang unggas di beberapa peternakan di Vietnam, Indonesia, dan Thailand, yang kemudian menyebar dengan cepat ke hampir seluruh dunia.

Jika mengamati dari perubahan epidemiologinya, H5N1 dibedakan ke dalam dua clade, clade pertama yaitu H5N1 yang diisolasi dari dataran Indocina. Sedangkan clade kedua adalah H5N1 yang diisolasi dari Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan. Identifikasi pada daerah-daerah pandemi lainnya, seperti Rusia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, adalah infeksi virus yang berasal dari clade kedua.

Di Indonesia, musim penghujan telah tiba. Masyarakat diharapkan untuk mewaspadai penyebaran virus flu. Lihat tips CiriCara: Cara Sederhana Tapi Efektif Untuk Atasi Flu untuk mengatasi flu yang berpotensi menyerang Anda akhir tahun ini.

(RF)

Comment di sini