Begini Proses Terjadinya Demam

by
November 13th, 2012 at 1:18 pm

CiriCara.com – Demam adalah reaksi alami tubuh dalam menghadapi infeksi. Beragam mikroorganisme yang bisa menyebabkan infeksi antara lain virus, bakteri, parasit, dan jamur. Selain itu demam juga bisa disebabkan oleh suhu lingkungan yang terlalu ekstrem, kekurangan cairan (dehidrasi), alergi, dan gangguan sistem imun.

Tubuh dikatakan demam apabila suhu tubuh mengalami kenaikan di atas normal, bila diukur pada anus (rektal) >38°C, diukur pada mulut (oral) >37,8°C, dan diukur melalui ketiak (aksila) >37,2°C.

Dalam pengukuran suhu di masing-masing bagian tubuh, pengukuran mulutlah yang terbaik dibandingkan lainnya, walaupun sebenarnya pengukuran melalui rektal lebih akurat karena mendekati suhu tubuh.

Berikut tahap-tahap (mekanisme) terjadinya demam pada tubuh:

Partikel virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi, selanjutnya perangkat sistem imun tubuh, seperti fagosit, leukosit, makrofag jaringan, dan limfosit pembunuh granular besar, akan aktif untuk merespon adanya bentuk infeksi tersebut.

Terjadi peningkatan panas akibat produksi sitokin pirogen yang meningkat pula karena ada aktivitas rangsangan endogen seperti eksotoksin dan endotoksin yang dikeluarkan virus yang menyebabkan infeksi.

Bila produksi sitokin pirogen secara sistemik masih dalam batas yang wajar maka efeknya akan menguntungkan tubuh, seperti meningkatnya sistem imun. Namun, apabila peningkatan ini telah melampaui batas kritis maka dipastikan sitokin akan berbahaya bagi tubuh. Secara pasti batas kritis dari sitokin pirogen sistemik tersebut sejauh ini belum diketahui.

Selama terjadinya peningkatan panas pada tubuh, perangkat sistem imun juga mensintesis beberapa senyawa kimia, diantaranya adalah pirogen endogen IL-1(interleukin 1), TNFα (Tumor Necrosis Factor α), IL-6 (interleukin 6), dan INF (interferon), yang berperan untuk menetralisir panas berlebih di tubuh.

Pirogen endogen ini bekerja di sistem saraf pusat tingkat OVLT (Organum Vasculosum Laminae Terminalis). Selanjutnya, OVLT ini akan mensintesis prostaglandin sehingga menimbulkan peningkatan suhu tubuh (demam).

Mekanisme demam juga dapat terjadi melalui jalur lainnya (non prostaglandin), yaitu melalui sinyal aferen nervus vagus yang dimediasi oleh protein yang disebut MIP-1 (machrophage inflammatory protein-1).

Gejala khas yang terjadi adalah timbulnya meriang atau menggigil pada tubuh akibat peningkatan produksi panas, yang kemudian dikeluarkan melalui kulit. Dengan demikian, pembentukan demam sebagai respon terhadap rangsangan pirogenik adalah sesuatu yang disengaja dan bukan disebabkan oleh kerusakan mekanisme termoregulasi.

Secara normal, dalam tubuh panas dihasilkan melalui gerakan otot asimilasi makanan dan aktivitas metabolisme basal. Panas yang terbentuk kemudian dikeluarkan tubuh melalui radiasi, konduksi (hantaran), dan penguapan air di sistem saluran pernafasan dan kulit. Sejumlah panas juga dikeluarkan melalui urine dan feses.

Tubuh mempunyai mekanisme tersendiri dalam mempertahankan suhu idealnya. Tubuh terus menjaga suhu agar tetap ideal atau normal, ini dilakukan agar tidak mengganggu fungsi metabolisme rumit yang terjadi pada tubuh. (RF)

Comment di sini