Cermati Ciri dan Dampak Asma Pada Kehamilan

by
November 13th, 2012 at 11:50 am

CiriCara.com – Asma adalah penyakit gangguan paru dengan obstruksi saluran pernapasan. Umumnya gambaran klinis dari suatu asma klasik adalah batuk dan sesak napas. Pada awal serangan sering gejalanya tidak jelas, seperti rasa berat di dada, alergi, dan terkadang disertai pilek atau bersin. Serangan asma biasanya terjadi dengan singkat, walaupun jarang tapi asma dapat berakibat fatal.

Asma sering menyerang pada orang-orang yang mempunyai riwayat penyakit alergi, serta dapat juga disebabkan oleh faktor lingkungan. Perlu diketahui bahwa secara tradisional asma dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok, yaitu asma ekstrinsik dan intrinsik. Asma ekstrinsik merupakan asma yang dipicu oleh alergen atau mediator IgE. Sedangkan asma intrinsik disebabkan karena faktor keturunan (genetik).

Dari berbagai kelompok penderita asma, salah satu yang sangat rentan terhadap serangan penyakit ini adalah wanita hamil. Serangan asma bronkial adalah salah satu penyakit saluran pernapasan yang sering dijumpai pada masa kehamilan.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai ciri dan dampaknya terhadap kehamilan:

1. Asma dan kehamilan

Pengaruh asma dapat menimbulkan masalah serius terhadap kehamilan. Asma yang tidak terkontrol dengan baik, dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Diperkirakan puncak frekuensi terjadinya serangan asma yaitu pada waktu usia enam bulan umur kehamilan. Akan tetapi, gejala berat biasanya terjadi pada umur kehamilan usia 24 minggu – 36 minggu.

2. Perubahan fisiologis

Gangguan fisiologis yang teramati akibat serangan asma pada wanita hamil adalah hiperemia, hipersekresi, edema mukosa, dan saluran pernapasan. Wanita hamil yang menderita asma akan mengeluh sesak nafas atau rasa tertekan di dada yang teramat sangat. Gejala ini akan bertambah buruk pada malam hari dengan didahului rinitis alergi atau penyakit yang disebabkan oleh virus. Pada pemeriksaan fisik biasanya akan mengalami frekuensi pernapasan, denyut nadi, dan tekanan darah yang meningkat. Hal-hal tersebut di atas sangat dipengaruhi karena meningkatnya kadar estrogen dan perubahan pada fungsi organ paru, seperti meningkatnya kebutuhan ventilasi sebesar 40% serta oksigen dan metabolisme sebesar 20%.

Klikdokter.com

3. Prakiraan serangan asma

Merupakan hal yang sangat sulit untuk memperkirakan secara pasti kapan tepatnya serangan asma terjadi selama periode kehamilan. Selama ini gejala yang dapat menjadi acuan adalah adanya keluhan sesak nafas dan kenaikan konsentrasi IgE yang drastis. Namun, beberapa hal lain yang juga dapat menguatkan adalah analisis terhadap adanya peningkatan tidal volume, volume residu, kapasitas residu fungsional, dan penurunan volume balik respirasi. Pada sebagian besar wanita penderita asma, keluhan asma biasanya mirip dengan gejala asma pada umumnya (sebelum kehamilan). Tetapi, pada beberapa kasus kondisinya dapat menjadi lebih buruk saat kehamilan.

4. Resiko kematian bayi

Di banyak penelitian menyebutkan bahwa asma sangat berhubungan dengan meningkatnya kematian bayi (neonatal) dan persalinan prematur hingga dua kali lipatnya. Selain itu juga dapat meningkatkan timbulnya penyakit-penyakit komplikasi serius, seperti hiperemesis, preeklampsia, dan perdarahan.

(RF)

Comment di sini