CiriCara: Cara Efektif Turunkan Demam dengan Tanaman Herbal

by
November 13th, 2012 at 9:30 am

CiriCara.com – Terkadang banyak dari kita yang langsung saja minum obat ketika sedang mengalami demam. Biasanya obat yang sering diminum adalah obat penurun panas jenis parasetamol atau aspirin. Jarang sekali dari kita yang menggunakan obat-obatan herbal untuk mengatasi gejala demam.

Jika diteliti ada banyak sekali tanaman herbal yang dipercaya mampu menurunkan panas akibat demam. Dari segi khasiatnya, obat herbal juga tidak kalah ampuhnya jika dibanding dengan obat sintetik yang beredar dipasaran. Bahkan, obat herbal ini diketahui tidak memiliki efek samping karena nilai toksisitas yang jauh lebih rendah.

Berikut ini adalah beberapa jenis tanaman herbal yang dipercaya mampu menurunkan panas tinggi selama demam:

1. Kina (Cinchona ledgeriana)

Tumbuhan kina jenis Cinchona ledgeriana adalah tumbuhan yang sudah terkenal sebagai sumber bahan obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit pada manusia sebelum munculnya obat sintetis. Sejak lama kina sudah terkenal sebagai obat bagi penderita malaria, demam, jantung, kejang otot, dan lain-lain. Tumbuhan kina banyak mengandung senyawa alkaloida, terpenoid, saponin, flavonoida, dan polifenol, terutama pada bagian daun dan batangnya.

Lebih rinci, beberapa senyawa alkaloid yang teridentifikasi tersebut adalah kinin, kinidin, sinkonin, dan sinkonidin. Senyawa kinin adalah bahan untuk tonikum, antipiretikum, antimalaria, dan bahan aktif yang berfungsi menurunkan panas. Sedangkan kinidin digunakan sebagai obat jantung, juga sebagai antimalaria bagi penderita yang alergi terhadap kinin. Cara pembuatanya adalah menyeduh ± 2 gram serbuk kulit batang kina dengan 1 gelas air hangat dan disaring. Campuran ini kemudian diminum sebanyak dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari.

2. Temulawak (Curcuma zanthorriza)

Temulawak mengandung zat kuning kurkumin, minyak atsiri, pati, protein, lemak, selulosa, dan sejumlah mineral. Namun, senyawa yang berperan cukup penting dalam menurunkan demam tinggi adalah pada komponen-komponen penyusun minyak atsirinya. Diantaranya, yaitu zingiberen, kurkumin, xanthorrizol, atlantan, tumeron, armeron, dan isofuranogermakren. Selain itu, fungsi kurkumin sebagai senyawa utama adalah berfungsi juga sebagai antioksidan, antikarsinogenik, dan antihiperkolesterolimea.

3. Ketela rambat (Ipomoea batatas)

Disamping harganya yang cukup ekonomis dan mudah didapat, daun ketela sangat bermanfaat dalam menunjang kesehatan tubuh, terutama untuk mengobati demam. Daun ketela juga digunakan untuk mengobati konstipasi, anemia, sakit kepala, dan diare. Daunnya juga mengandung komponen penting seperti cuprofilin yang mampu menurunkan kolesterol, trigliserida, lipida serum darah secara nyata. Baik daun maupun umbinya, ketela banyak mengandung saponin, flavonoida, polifenol, vitamin (A, B1, dan C), kalsium, forfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi.

4. Krangkong (Ludwigia adscenden)

Krangkong merupakan tumbuhan air yang banyak tumbuh liar di sepanjang sungai, sawah, rawa, atau tempat-tempat yang tergenang air. Kandungan kimia penting dari krangkong adalah saponin, kardenolin dan flavonoid. Tidak hanya daun, seluruh bagian tumbuhan ini baik itu dalam bentuk segar maupun yang telah dikeringkan sangat berkhasiat untuk mengatasi nyeri otot, penurun panas, dan mempelancar pembuangan air seni. Untuk mengkonsumsinya, hendaknya merebus terlebih dahulu daun krangkong segar. Setelah disaring, air rebusan diminum sebanyak dua kali sehari yaitu pada pagi dan malam hari.

Bahan-bahan alami di atas bisa dijadikan obat herbal untuk menurunkan panas saat demam. Selain murah dan mudah didapat, bahan alami juga lebih aman digunakan. (RF)

Comment di sini