Yuk, Kenalan dengan Obat-obat Pereda Demam

by
November 13th, 2012 at 11:37 am

CiriCara.com – Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan demam adalah dengan memberikan obat penurun panas (antipiretik). Namun, pada dasarnya upaya untuk menurunkan demam sebenarnya juga dapat dilakukan dengan tindakan fisik dan pemberian obat-obatan herbal yang berasal dari tanaman obat.

Melihat sisi efektifitas dan efesiensinya, pemberian obat umum masih merupakan pilihan utama bagi sebagian besar penderita demam. Biasanya obat antipiretik tidak diberikan jika suhu masih di bawah 38,3°C. Beberapa obat antipiretik yang digunakan untuk menurunkan demam adalah parasetamol, ibuprofen, dan aspirin.

Berikut beberapa obat antipiretik yang umum digunakan:

Parasetamol (Asetaminofen)

Parasetamol atau asetaminofen merupakan obat antipiretik yang sudah mulai digunakan sejak tahun 1893. Di Indonesia obat ini lebih dikenal dengan nama parasetamol dan tersedia sebagai obat bebas. Efek analgesik parasetamol sangat mirip dengan salisilat, yaitu bekerja dengan mengurangi rasa nyeri ringan hingga sedang.

Parasetamol diberikan secara oral, selanjutnya akan bekerja menurunkan suhu tubuh berdasarkan efek sentral. Sisi positif dari obat ini adalah tidak menyebabkan pendarahan pada lambung, gangguan pernafasan, dan menjaga keseimbangan asam basa tubuh.

Reaksi alergi yang disebabkan parasetamol jarang terjadi, walaupun ada hanyalah sebagian kasus saja. Seperti menyebabkan eritema atau urtikaria dan gejala yang lebih berat berupa demam dan lesi pada mukosa.

Selain itu, pemakaiannya dalam dosis besar yang dikombinasi dengan berbagai obat lain secara menahun berpotensi menyebabkan nefropati diabetik. Pemakaian yang tidak terkontrol dan dilakukan secara sembarangan juga dapat mengakibatkan dosis toksik serius, seperti kerusakan hati (nekrosis).

Ibuprofen

Ibuprofen merupakan obat turunan asam propionat yang berkhasiat sebagai antiinflamasi, analgetik, dan antipiretik, dengan daya kerja yang tidak terlalu kuat. Ibuprofen tersedia sebagai obat bebas yang dijual di toko obat dalam dosis rendah dengan berbagai merek.

Efek antiinflamasi dan analgetiknya bekerja melalui mekanisme pengurangan sintesis prostaglandin. Efek analgesiknya sama dengan aspirin, tetapi mempunyai pengaruh berbeda terhadap saluran pencernaan.

Ibuprofen memiliki pengaruh yang lebih rendah terhadap saluran cerna dibanding aspirin, sehingga aman bagi penderita masalah gangguan pencernaan. Namun, ibuprofen tidak dianjurkan diminum oleh wanita hamil dan menyusui.

Aspirin

Aspirin atau asam asetilsalisilat adalah salah satu jenis obat salisilat yang sering digunakan sebagai analgesik (mengurangi rasa sakit atau nyeri), antipiretik (menurunkan demam), dan antiinflamasi (antiradang). Aspirin merupakan obat yang cukup efektif mengurangi demam, namun obat ini tidak direkomendasikan untuk anak-anak.

Aspirin juga tidak direkomendasikan untuk penderita demam berdarah dengue.

Hal ini dapat memicu resiko pendarahan karena menghambat aktivitas trombosit, yaitu protein yang berfungsi dalam pembekuan darah. Penderita demam ringan juga tidak dianjurkan mengkonsumsi obat ini karena akan merangsang pendarahan di lambung.

Beberapa efek samping dari penggunaan aspirin, antara lain rasa tidak enak di perut, mual, dan perdarahan saluran cerna.

Walaupun obat-obat demam tersebut dijual bebas tidak berarti kita dapat mengkonsumsinya dengan sembarang. Dengan mengetahui sekilas mengenai karakteristik obat-obat tersebut, kita dapat lebih mengenal obat mana yang sekiranya cocok untuk kita gunakan. (RF)

Comment di sini