Ahok Sorot 5 Anggaran ‘Siluman’ di DKI Jakarta

by
November 14th, 2012 at 10:36 am

Jakarta (CiriCara.com) – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menggebrak tatanan lama yang ada di dalan Pemprov DKI Jakarta.

Berlatarbelakang pengusaha dan kontraktor, Ahok tak segan-segan memangkas anggaran yang tidak masuk akal untuk Pemprov DKI Jakarta. Apa saja?

Dilansir dari Detik.com, inilah 5 kebijakan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terhadap anggaran Pemprov DKI Jakarta yang dinilai tidak transparan:

1. Potong Biaya Pembuatan Pidato Rp. 1,2 miliar

Sorotan pertama Jokowi dan Ahok ditujukan kepada era pendahulunya untuk anggaran penulisan naskah pidato yang mencapai Rp. 1,2  miliar.

“Kita mulai (memotong) hal-hal kecil. Seperti penulisan naskah pidato gubernur dan wagub Rp 1,2 miliar. Apa-apaan ini?” ujar Ahok dengan nada tinggi kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 30 Oktober 2012 seperti dikutip Detik.com.

Saat itu, Ahok menanyakan tentang anggaran yang begitu besar untuk penulisan naskah pidato Gubernur dan Wakil Gubernur.

2. Potong Anggaran DPU Sebesar 25%

Berita yang terhangat adalah aksi Ahok yang menggelar rapat pekan kemarin bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi DKI Jakarta. Rapat ini didokumentasikan dalam bentuk video dan diunggah ke YouTube pada tanggal 8 November 2012 kemarin.

Dalam rapat ini, Ahok mengkritik anggaran yang dibuat oleh para petugas DPU karena terlalu besar. Ia juga memberi Dinas PU dua pilihan: memotong anggaran PU sebesar 25 persen atau dirinya menantang membangun sendiri proyek-proyek itu dari anggaran operasionalnya.

Bila Ahok bisa membangun dengan anggaran yang lebih murah maka Dinas PU akan diserahkan ke KPK.

3. Pangkas Anggaran Dinas Pendidikan

Anggaran Disdik DKI untuk tahun 2013 juga menjadi sorotan Ahok. Menurutnya anggaran untuk tahun depan itu terlalu tinggi, tidak efisien, dan tidak tepat sasaran.

“Itu ada 177 program, anggarannya sekitar Rp 85 miliar, harus dipangkas,” ujar Ahok masih dikutip dari sumber yang sama.

4. Pangkas Biaya Jamuan Gubernur dan Wakil Gubernur Rp. 5 Miliar

Mantan Bupati Belitung Timur ini juga memperhatikan anggaran yang digunakan untuk menjamu tamu seperti Gubernur dan Wakil Gubernur yang bernilai hingga Rp. 5 miliar.

Ia juga menghitung jika harga sebungkus nasi untuk menjamu tamunya adalah Rp. 20 ribu maka bila ada 1.000 orang yang hadir, harga jamuan adalah senilai Rp. 20 juta.

“Memang mau jamuan yang seperti apa sampai Rp 5 miliar itu,” sindirnya.

5. Potong Biaya Konsultan Proyek

Ahok juga menyorot biaya yang digunakan untuk konsultan proyek pembangunan di Jakarta. Menurutnya, tidak semua proyek perlu konsultan karena hanya akan memboroskan anggaran daerah. Bahkan dalam rapat dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ahok juga menegaskan akan mencoret konsultan yang ngawur saat bekerja. (RN)

Comment di sini