Faktor Penyebab Munculnya Komunitas Pria Metroseksual

by
November 19th, 2012 at 11:58 am

CiriCara.com - Terbentuknya komunitas pria metroseksual adalah suatu fenomena yang terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam pemikiran manusia. Banyak hal  yang memicu perubahan-perubahan tersebut terjadi, di antaranya diakibatkan karena kondisi ekonomi, kemajuan teknologi, kondisi lingkungan (geografis), dan keragaman biologis.

Di samping itu, tumbuhnya komunitas pria metroseksual dalam kehidupan bermasyarakat dapat dilihat juga dari keanekaragaman budaya yang merupakan suatu cerminan dasar dalam perubahan sosial.

Perubahan-perubahan lainnya yang juga turut mempengaruhi adalah berkembangnya globalisasi ekonomi dan informasi sehingga turut mengesampingkan batas-batas wilayah (teritorial), seperti negara, bangsa, kesukuan, kepercayaan, politik, dan budaya.

Namun, penyebab munculnya komunitas pria metroseksual bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

Kecerdasan emosi

Umumnya pria metroseksual memiliki tingkat kecerdasan emosi yang baik karena ditunjang pengalaman hidup yang mengharuskan mandiri sejak kecil, atau karena perceraian orang tua yang mengharuskannya menjadi tulang punggung keluarga. Pria metroseksual dapat mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain dan mampu membina hubungan baik antar sesama.

Selain itu, pengaruh lingkungan kerja juga selalu menuntut mereka untuk saling intens berkomunikasi. Hal inilah yang kemudian menjadi alasan mengapa pria metroseksual memiliki tingkat kecerdasan emosional yang baik.

Emansipasi wanita

Kehadiran wanita di berbagai sektor lingkungan kerja yang sebelumnya didominasi para pria sedikit terusik. Hal ini karena kebiasaan wanita yang senang mempercantik diri kemudian terbawa ke dalam dunia kerja sehingga turut mempengaruhi gaya hidup dalam dunia kerja.

Oleh sebab itu, banyak pria yang kemudian dituntut untuk selalu menjaga penampilannya, seperti tampil baik dengan busana rapi, berbau harum, serta bertubuh bugar dan sehat. Bahkan saat ini telah banyak pula perusahaan yang memasukkan penampilan diri sebagai kriteria dalam penilaian karyawan.

Oleh karena penampilan diri mulai diperhitungkan dalam promosi karier, maka saat itulah para pria mulai berpikir ulang untuk memperhatikan penampilan mereka sehingga kemudian munculah pria-pria metroseksual yang sangat memperhatikan penampilannya.

Wanita modern kini mulai mereposisi dirinya sebagai pencari nafkah (bread-winner), sehingga membuat banyak pria mengalami krisis identitas karena peran yang sejak lama menjadi dasar dalam hubungan sosialnya telah diambil alih.

Namun, ini tidak serta merta membuat kaum pria mengalami disorientasi diri. Sebaliknya, kaum pria justru melihat adanya ruang yang luas untuk proses rekonstruksi identitas baru yang kemudian memicu terbentuknya komunitas pria metroseksual.

Selain itu, dengan semakin meningkatnya gerakan feminisme sebagian pria seolah merasa tidak berhak menglaim dirinya sebagai “pemimpin” lagi. Di samping itu, mereka juga tidak berhak lagi menglaim sebagai sosok maskulin seutuhnya. Oleh karena itu, banyak dari pria-pria ini kemudian mengonstruksi jati diri menjadi pria metroseksual.

(RF)

Comment di sini