Israel Hadapi Serangan ‘Brutal’ di Dunia Maya

by
November 19th, 2012 at 2:46 pm

Jerusalem (CiriCara.com) – Situasi di jalur Gaza kembali memanas. Tidak hanya di lapangan, saat ini Pemerintah Israel mengaku telah mendapat serangan di dunia maya sejak menyerang jalur Gaza empat hari lalu.

Diberitakan oleh Kompas.com, ada jutaan upaya untuk meretas situs-situs web penting milik negara Israel. Menteri Keuangan Israel, Yuval Steintiz mengatakan bahwa Pemerintah Israel telah membalas serangan yang disebut sebagai ‘fron kedua’ di dunia maya itu.

Dalam empat hari terakhir sejak serangan dilancarkan, Israel mengaku telah menangkis 44 juta serangan dunia maya terhadap sejumlah situs web pemerintah. Semua serangan berhasil digagalkan kecuali satu serangan yang menyasar sebuah situs tertentu hingga terganggu selama enam sampai tujuh menit.

Sebelum Pemerintah Israel resmi mengumumkan adanya serangan terhadap beberapa situs penting di negaranya, sehari sebelumnya, kelompok hacktivist, Anonymous mengaku telah menjebol puluhan situs web lembaga negara Israel dan sebuah bank papan atas. Serangan kelompok Anonymous ini ditujukan sebagai bentuk protes atas serangan udara mematikan negara itu kepada warga Palestina.

Saat ini, Israel dan Palestina sedang berusaha untuk menguasai media sosial untuk memenangi opini publik dalam perang yang telah berlangsung lama itu.

Walaupun tahu, namun Steinitz tidak akan menyebutkan siapa yang diyakini Israel sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Namun menurutnya, Israel telah berhasil mengatasi semua serangan sehingga tidak ada gangguan dan kerusakan yang serius.

Kelompok hacker Anonymous telah menjebol database hampir dari 700 situs web swasta dan publik Israel termasuk Bank of Jerusalem. Pembobolan situs web ini juga ditujukan untuk memotong komunikasi internet di jalur Gaza.

Sudah terlalu lama, Anonymous berdiri bersama seluruh dunia dan menyaksikan dengan putus asa perlakuan biadab, brutal, dan keji terhadap orang-orang Palestina di tempat yang disebut ‘Daerah Pendudukan’ oleh Angkatan Pertahanan Israel. Namun, ketika Pemerintah Israel secara terbuka mengancam akan memutuskan semua internet dan telekomunikasi lainnya yang masuk dan keluar dari Gaza, mereka menyeberangi sebuah garis di pasir,” itulah penyataan Anonymous seperti ditulis oleh sumber yang sama.

Walau tidak merujuk langsung ke Anonymous dan negara-negara mana saja yang sedang melancarkan serangan itu, Steinitz mengatakan bahwa pemerintah Israel siap untuk melindungi situs-situs web penting saat diretas oleh kelompok yang masih disembunyikan identitasnya.

“Ini serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan keberhasilan kami melampaui apa yang kami antisipasi,” pungkas Steinitz. (RN)

Comment di sini