Sering Marah, Ahok Dikritik Anggota DPR

by

Jakarta (CiriCara.com) – Sikap Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang belakangan sering marah-marah mulai menuai kritik. Video rapat wagub yang diunggah ke Youtube juga dinilai tidak tepat oleh sejumlah politisi.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali menilai video rapat tersebut seharusnya tidak perlu dipublikasikan ke Youtube. Menurutnya, ketegangan yang terjadi saat rapat bukan merupakan tontonan yang baik untuk masyarakat.

“Apalagi lewat Youtube, ditonton seluruh dunia itu,” ujar Ashraf, seperti dikutip dari Tempo.co, Senin (19/11/2012).

Ashraf mengatakan, janji transparansi kepada masyarakat yang diusung oleh Jokowi dan Basuki tidak perlu sampai mempublikasikan jalannya rapat. Yang terpenting adalah mempublikasikan hasil rapat tersebut, bukan malah menontonkan situasi rapat.

“Rapat tertutup, hasilnya baru sampaikan ke masyarakat,” ujarnya. Menurut Ashraf, ibarat rumah tangga, pertengkaran atau ketegangan yang terjadi pada saat rapat tidak perlu diperlihatkan ke semua masyarakat, apalagi sampai diabadikan dalam sebuah video.

Belakangan ini wagub yang akrab disapa Ahok ini sering marah-marah kepada anak buahnya. Ahok mengungkapkan kekecewaannya terkait dugaan penyelewengan dana yang dilakukan oleh anak buahnya. Bahkan, ada juga yang dipublikasikan ke situs Youtube.

Terkait dengan hal itu Ashraf menyarankan Ahok untuk lebih sabar lagi. Menurutnya, publikasi yang dilakukan oleh Ahok ke situs Youtube hanya akan mempermalukan anak buahnya saja. “Harus sabar, jangan permalukan anak buah,” ujarnya.

Ashraf juga menilai ketegasan Ahok saat ini masih belum tepat. Apalagi, Ahok sering marah hanya untuk menunjukkan ketegasannya. “Tegas tak perlu sambil marah-marah,” ujar Ashraf mengkritik Ahok yang suka marah belakangan ini.

Meskipun demikian, Ashraf menyadari bahwa karakter setiap orang itu berbeda-beda. Namun, ia mengingatkan bahwa sikap Ahok tersebut bisa berpengaruh pada kekompakan pejabat dalam membangun DKI Jakarta.

(YG)


comments powered by Disqus