Upah Buruh Jakarta Rp 2,2 Juta, Pengusaha Protes

by
November 19th, 2012 at 9:42 am

Jakarta (CiriCara.com) – Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) hingga saat ini masih menjadi perdebatan hangat. Namun, baru-baru ini telah disampaikan keputusan UMP Jakarta sebesar Rp 2,2 juta. Hal ini pun langsung mendapat protes dari kalangan pengusaha.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi meminta Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo untuk segera melakukan perundingan dengan dewan pengupahan. Pasalnya upah Rp 2,2 juta terlalu berat untuk beberapa perusahaan, terutama perusahaan kecil.

Apindo meminta agar upah Rp 2,2 juta hanya diberlakukan untuk perusahaan-perusahaan besar saja. Sedangkan untuk perusahaan kelas Usaha Kecil Menengah (UKM) upahnya diharapkan lebih kecil dari jumlah UMP tersebut.

“Karena perusahaan UKM itu nggak sanggup bayar. Sekarangpun Rp 1,5 juta mereka nggak sanggup bayar,” kata Sofjan di Jakarta, seperti dikutip dari Bisnis.com, Senin (19/11/2012).

Menurut Sofjan, jika UMP Jakarta Rp 2,2 juta tetap diberlakukan untuk semua perusahaan, maka perusahaan-perusahaan kecil itu akan terancam kelanjutannya. Padahal dari data Apindo, 90 persen perusahaan di Indonesia masih berupa UKM. Hal ini tentu akan mempengaruhi jumlah investasi di Indonesia.

Sofjan menjelaskan, keberadaan UKM di Indonesia sangatlah penting untuk pemerataan ekonomi. Jika hal ini terus berlanjut, maka para investor tentu akan lari dari Indonesia. “Sebenarnya pemerataan ekonomi adalah oleh UKM, perusahaan yang besar-besar itu hanya untuk pertumbuhan,” ujarnya.

Menurut Sofjan, keputusan UMP DKI Jakarta yang mencapai Rp 2,2 juta dapat menimbulkan efek ekonomi untuk daerah-daerah lain. Hal ini karena, Jakarta merupakan pusat barometer ekonomi sehingga menjadi standar bagi pengupahan buruh di seluruh Indonesia.

Berkaitan dengan jumlah UMP tersebut, Apindo mengaku keberatan. Apalagi dalam undang-undang perburuhan menyebutkan, perusahaan yang tidak sanggup membayar gaji sesuai UMP akan dipidanakan. Menurutnya ini akan merugikan pihak pengusaha.

Bagaimana menurut Anda, apakah upah Rp 2,2 juta untuk buruh di Jakarta sudah tepat?

(YG)

Comment di sini