7 Jenis Jeans Berdasarkan Teknik Pencucian dan Efek yang Dihasilkan

by
November 20th, 2012 at 1:29 pm

CiriCara.com – Jeans yang telah diciptakan sejak ratusan tahun lalu oleh Levi Strauss mengalami perkembangan seiring semakin majunya zaman. Dahulu jeans hanya berwarna indigo polos, lalu timbullah efek-efek tertentu yang melekat pada celana jeans.

Tipe jeans sendiri memiliki varian yang sangat beragam, tergantung dari proses pembuatan denim atau bahan yang digunakan untuk membuat jeans. Dilansir Wolipop.Detik.com, pendiri situs komunitas jeans, Respati Hafidz mengatakan bahwa bahan denim tidak bisa disebutkan satu-satu karena kalau benang dan pewarnaannya berbeda, hasilnya pun juga akan berbeda. Banyak faktor yang menentukan jenis jeans sehingga tak bisa dikategorikan.

Ada beberapa teknik pencucian jeans dan efek yang paling banyak digunakan dalam pembuatan jeans. Dilansir Wolipop.Detik.com, inilah jenis-jenis jeans berdasarkan teknik pencucian dan efek yang dihasilkannya:

1. Raw

Jeans dari bahan denim tidak mengalami proses treatment, yaitu pemberian efek atau pencucian setelah pewarnaan. Dengan begitu akan menghasilkan bahan yang polos dan sleek, tanpa efek pudar atau garis-garis di bagian tertentu.

2. Selvage

Masih tergolong tipe raw denim, namun versi premiumnya. Namun, lebih berkualitas karena dikerjakan menggunakan mesin tenun khusus yang menciptakan bahan dengan tenunan benang yang lebih rapat dan kuat. Pada umumnya, selvage denim lebih mahal dibandingkan raw denim.

3. Stone wash

Proses pencucian denim menggunakan bebatuan besar untuk membuat bahan jadi lebih kasar. Bahan ditempatkan secara horizontal ke mesin cuci industrial yang di dalamnya lalu diisi batu-batu besar. Saat mesin berputar, bahan denim ditumbuk dan dihantam berulang-ulang oleh batu-batu tersebut sehingga menghasilkan efek pudar. Namun saat ini, efek stone wash bisa lebih mudah diperoleh dengan menggunakan bahan kimia atau jamur trichoderma.

4. Acid wash

Bahan denim yang dicuci menggunakan batu apung dan chlorin hingga warnanya memudar dan hampir memutih. Proses ini ditemukan di Italia oleh perusahaan jeans Rifle. Pertama kali populer pada tahun 80-an. Sempat tenggelam dan populer kembali di kalangang remaja pada tahun 2000-an.

5. Whiskers

Efek ini akan didapat setelah pemakaian jeans dalam waktu yang cukup lama, hingga bertahun-tahun. Ditandai dengan guratan-guratan putih di bagian kantong celana atas. Kini berkat bantuan teknologi, efek ini bisa didapat menggunakan bahan kimia dan alat bantu sehingga lebih berkualitas.

6. Combs

Efek ini dikenal juga dengan sebutan “Honey Combs” yaitu efek pudar berbentuk garis-garis yang menyerupai coretan putih yang terdapat di belakang lutut.

7. Stacks

Saat mengenakan jeans yang panjangnya beberapa inci melebihi panjang kaki, biasanya akan terbentuk kerutan-kerutan di bagian bawahnya. Kerutan tersebut lama-kelamaan akan memudar di sekitar tumit dan betis jeans. Efek ini juga bisa didapatkan secara alami yaitu dengan pemakaian bertahun-tahun atau menggunakan bahan kimia.

Itulah 7 jenis jeans berdasarkan teknik pencucian dan efek yang dihasilkannya yang bisa Anda ketahui. Agar jeans tetap awet, Anda juga harus merawat dan mencucinya dengan benar. (NR)