8 Bahasa Tubuh yang Harus Dihindari Saat Wawancara Kerja

by
November 20th, 2012 at 9:24 am

CiriCara.com – Berbagai tes harus Anda lewati jika ingin bekerja di suatu perusahaan yang diinginkan. Salah satunya adalah wawancara kerja. Wawancara kerja berguna bukan hanya untuk menilai kemampuan Anda, tapi juga perilaku. Banyak hal yang harus Anda persiapkan agar lolos dalam tes wawancara kerja ini. Salah satunya yaitu mengetahui bahasa tubuh yang harus dihindari.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of California, Los Angeles menunjukkan bahwa lebih dari 55 persen komunikasi berasal dari bahasa tubuh dan hanya 7 persen saja yang berasal dari komunikasi verbal. Lalu, bahasa tubuh seperti apa yang harus dihindari saat wawancara kerja? Untuk mengetahuinya Anda perlu menyimak tips berikut ini:

1. Memberikan senyuman palsu

Senyum terpaksa yang akan sangat terlihat oleh pewawancara dan membuat Anda terlihat seperti orang yang berpura-pura. Saat wawancara kerja, Anda harus menghindari untuk memberikan senyuman palsu kepada si pewawancara. Selain itu, hindari juga senyum terus-menerus yang bisa memberikan sinyal yang salah pada calon atasan Anda. Untuk itu, berikanlah senyuman yang tulus karena mengesankan Anda merupakan orang yang percaya diri, terbuka, dan nyaman dengan keadaan sekitar.

2. Melipat tangan di dada

Gerakan tangan yang Anda lakukan saat wawancara kerja merupakan peranan penting dalam mengekspresikan bahasa tubuh. Melipat tangan di dada merupakan salah satu bahasa tubuh yang harus Anda hindari. Melipat tangan di dada mengesankan Anda berjaga jarak, bersikap tertutup, atau malah terkesan bosan dengan pembicaraan.

3. Menggerakkan tangan terlalu sering

Menepuk-nepukkan tangan atau terus menggerakkan tangan menandakan bahwa Anda sangat gelisah. Gerakan tersebut jika Anda lakukan akan membuat si pewawancara merasa tidak nyaman dan terganggu. Selain itu, hindari juga mengetuk tangan ke meja saat proses wawancara berlangsung. Gerakan ini secara tidak langsung mengirimkan sinyal kalau Anda bosan.

4. Lemas saat berjabat tangan

Berjabat tangan saat memulai dan mengakhiri wawancara sangat penting Anda lakukan saat mendatangi suatu wawancara kerja. Jangan biarkan tangan terlalu lemas atau mencengkram terlalu keras. Berjabat tangan seperti itu bisa menimbulkan citra yang buruk pada diri Anda sendiri. Selain itu, pastikan juga telapak tangan Anda tidak berkeringat saat ingin berjabat tangan pada si pewawancara.

5. Menyentuh wajah sendiri

Menyentuh wajah sebaiknya Anda hindari saat wawancara kerja. Gerakan ini bisa mengartikan bahwa Anda sedang gugup atau tidak jujur terhadap pernyataan yang diucapkan.

6. Menggerakan kaki tanpa henti

Saat gugup atau merasa cemas Anda sering melakukan gerakan tubuh secara tidak sadar. Salah satu yang paling sering ditemui yaitu menggerak-gerakan kaki tanpa henti. Selain itu, gerakan kaki ini juga menunjukkan bahwa Anda sudah tidak nyaman dan ingin segera keluar dari ruangan tersebut. Untuk itu, duduklah dengan kedua kaki yang menyentuh lantai karena menandakan Anda nyaman dan percaya diri.

7. Terus-menerus menatap si pewawancara

Menciptakan kontak mata pada si pewawancara memang baik Anda lakukan, Tapi, terus-menerus menatapnya tanpa henti bisa membuatnya merasa tidak nyaman. Dilansir Yahoo.com, ahli gerak tubuh Janine Driver mengatakan bahwa 60 persen kontak mata sudah cukup membuat Anda terlihat antusias. Selain itu, jangan juga terlalu sering melihat bagian mulut dan dahi si pewawancara karena membuatnya tidak nyaman. Jika pewawancara lebih dari satu, maka Anda bisa menatapnya secara bergantian.

8. Memberikan tatapan kosong

Saat wawancara kerja sedang berlangsung, hindari juga untuk memberikan tatapan mata yang kosong kepada si pewawancara. Jika hal tersebut Anda lakukan, maka akan membuat si pewawancara merasa kurang nyaman. Selain itu, tatapan kosong juga menandakan bahwa Anda tidak serius melakukan wawancara tersebut.

Pada saat wawancara kerja, Anda harus membuat diri sendiri rileks agar tidak melakukan gerakan-gerakan tubuh yang aneh. Duduklah dengan posisi yang nyaman, tidak terlalu tegak maupun tidak terlalu bersandar. Condongkan tubuh sedikit ke arah pewawancara untuk menandakan Anda fokus dan antusias. Semoga berhasil. (NR)

Comment di sini