Merangkak Baik Bagi Perkembangan Tubuh Si Anak

by
November 20th, 2012 at 3:21 pm

CiriCara.com – Sebagian ibu mungkin berpendapat bahwa bayi akan lebih baik jika langsung bisa berjalan tanpa melalui proses merangkak. Padahal, melewatkan proses merangkak bisa menyebabkan sejumlah masalah bagi si anak di kemudian hari.

Merangkak merupakan pencapaian penting dalam perkembangan anak yang berdampak jangka panjang. Dengan tidak merangkak, otot bagian atas tubuh anak, termasuk otot tangan menjadi kurang terlatih. Efek ini akan terlihat pada kemampuan anak menyangga tubuh bagian atas, yang diperlukan ketika anak menulis, berpakaian, memanjat, atau mengangkat tubuh keluar dari kolam renang. Anak-anak yang tidak melewati proses merangkak akan lebih lambat menguasai keterampilan tersebut.

Dilansir Health.Detik.com, sebuah penelitian menunjukkan bahwa merangkak berhubungan dengan perkembangan tubuh bayi termasuk koordinasi antara mata dan tangan, ketajaman penglihatan di kemudian hari, serta kemampuan membaca dan menulis. Jika si anak kurang bisa merangkak, maka terjadi gangguan pemusatan perhatian atau ADHD dan autisme.

Di sisi lain, para ahli medis anak di Amerika Serikat berpendapat sebaliknya. Menurut mereka, belum ada data yang menunjukkan dampak negatif dari tidak merangkak. Nyatanya, banyak juga anak yang tidak merangkak dan tidak mengalami hambatan apapun dalam perkembangannya. Menurut mereka, merangkak tidak sepenting pencapaian lain, seperti berjalan dan berdiri.

Untuk medorong bayi agar dapat merangkak, perbanyaklah kesempatan bermain di lantai dan kurangi frekuensi penggunaan kereta bayi atau ayunan. Tempatkan mainan favorit bayi di luar jangkauannya sehingga bayi terdorong untuk menggerakkan tubuh, merangkak, dan meraih mainannya.

Perlu diketahui juga bahwa tidak semua bayi bisa merangkak dengan cara tradisional, yaitu bertumpu pada kedua lutut dan tangannya. Beberapa bayi merangkak dengan cara  menggeser perut dan menyeret kakinya atau juga dengan gaya kepiting, yaitu satu lutut dalam posisi merangkak dan kaki lainnya datar di lantai.

Namun, orangtua perlu mendorong anaknya agar bisa merangkak secara tradisional. Agar si anak bisa cepat merangkak, jangan terlalu banyak dibaringkan telentang. Posisi telentang memang sangat dianjurkan saat dia tidur, tapi setelah bangun sebaiknya diimbangi dengan telungkup. (NR)

Comment di sini