CiriCara: Cara Tepat Menjawab Pertanyaan Wawancara

by
November 21st, 2012 at 11:10 am

CiriCara.com – Beberapa orang akan merasa grogi saat menghadapi wawancara kerja. Hal tersebut merupakan hal yang wajar, tapi Anda harus menyiasatinya agar tetap terlihat rileks.

Jantung rasanya berdetak lebih kencang saat menghadapi wawancara kerja, apalagi jika hal ini baru dilakukannya untuk pertama kali. Salah satu penyebab grogi itu yaitu menebak-nebak atas pertanyaan apa yang akan diajukan nanti oleh si pewawancara.

Memang sangat sulit untuk mengetahui model pertanyaan seperti apa yang akan ditanyakan oleh calon bos Anda. Berikut ini adalah pertanyaan umum yang bisa Anda siapkan jawabannya:

1. Berapa gaji yang diharapkan?

Untuk menanggapi pertanyaan ini, Anda harus terlebih dahulu riset mengenai rentang upah untuk jenis pekerjaan yang dilamar. Setelah itu, naikkan sedikit lebih tinggi dari kisaran gaji tersebut untuk memberikan diri Anda ruang bernegosiasi kepada si pewawancara.

2. Apa yang Anda kerjakan di kantor sebelumnya?

Beberapa pewawancara akan mengajukan pertanyaan ini. Untuk itu, Anda harus siap dengan jawabannya. Jika tidak ingin menjawab, maka Anda bisa mengatakan bahwa perusahaan sebelumnya meminta untuk tidak mengungkapkan informasi tersebut. Selain itu, Anda juga bisa menjawab dengan jujur agar bisa dijadikan bahan pertimbangan oleh perusahaan tersebut.

3. Sebutkan kekuatan dan kelemahan Anda?

Rahasia dalam menjawab kelemahan adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan yang Anda miliki. Namun, jangan lupa juga untuk menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya,”Saya dulu sering gugup jika menelepon klien, tapi kemudian saya menyadari bahwa semakin sering melakukannya, hal tersebut menjadi mudah.” Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri sendiri.

4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?

Walaupun berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Anda bisa menjawab dengan berkata, “Itu tidak cocok dan saya ingin tantangan baru.”

5. Bagaimana cara Anda mengatasi tantangan di tempat kerja?

Saat mendapatkan pertanyaan seperti ini, Anda bisa memberikannya contoh konkrit, seperti “Saya pernah diberi proyek raksasa pada menit terakhir.” Lalu, Anda bisa menjelaskan kepadanya mengenai langkah yang diambil dan ceritakan juga hasilnya.

6. Bisa ceritakan mengenai diri Anda?

Mungkin pertanyaan ini nampaknya mudah, tetapi pada kenyataaan tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang dilakukan pada akhir pekan atau dari daerah mana Anda berasal. Pewawancaea berusaha mengetahui Anda secara profesional. Untuk itu, siapkanlah 2 atau 3 poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karier Anda. Ingat juga untuk tetap konsisten saat memberikan jawaban. Rangkum jawaban itu dengan mengugkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Jika memiliki jawaban yang mantap, maka bisa membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi.

Jika menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat, maka Anda bisa lolos dan bekerja di perusahaan tersebut. Perlu diingat juga agar Anda tetap rileks saat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selain itu, pastikan juga untuk tidak mengeluarkan bahasa tubuh yang aneh sehingga bisa membuat si pewawancara merasa tidak nyaman. (NR)

Comment di sini