DPRD: Jokowi, Jangan Lempar Tanggung Jawab Dong!

by
November 21st, 2012 at 9:25 am

Tribunnews

Jakarta (CiriCara.com) – Aksi unjuk rasa angkutan kota (angkot) kemarin, Selasa, 20 November 2012 di depan Balai Kota mendapat tanggapan dari Jokowi selaku Gubernur  DKI Jakarta.

Kemarin, Jokowi menyarankan para sopir agar meminta rekomendasi dari DPRD karena Perda mengenai angkutan kota disahkan sebelum ia menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Saya ini orang baru, Perdanya itu sudah lama, sebelum saya jadi gubernur. Saya sudah ketemu Ketua Organda, untuk meminta rekomendasi dari DPRD. Setelah rekomendasi dari DPRD detik itu juga akan tandatangani. Dengan catatan ada rekomendasi dari dewan. Saya telepon dewan supaya cepat prosesnya,” kata Jokowi dari atas angkot, Selasa 20 November 2012, seperti dikutip Merdeka.com.

Dalam tanggapannya kemarin, Jokowi menegaskan bahwa ia tetap membela orang-orang kecil agar hidup dengan lebih baik. Ia juga menjelaskan kepada para sopir angkot yang berkumpul pada saat itu tentang sifat Perda yang melindungi rakyat kecil dan bukan untuk pengusaha besar.

Aksi unjuk rasa kemarin berlangsung damai karena para sopir mau menuruti kemauan Jokowi. Saat itu, Gubernur DKI Jakarta yang belum genap 100 hari bekerja itu langsung menyuruh para sopir untuk menyampaikan aspirasinya kepada para wakil rakyat di Jakarta.

“Saudara-saudara menyampaikan aspirasi ke Dewan. Dengan satu syarat mau diatur oleh Pemda jangan sampe semau gue. Mau gak?” tanya Jokowi lantang.

Ajakan Jokowi ini lantas disetujui oleh para sopir angkot. Mereka lalu beralih ke gedung DPRD untuk menyampaikan pendapatnya. Namun, di sisi lain, DPRD tidak mau begitu saja menanggapi permintaan Jokowi.

Ahmad Husin Alaydrus, anggota Komisi C DPRD, menganggap sikap Jokowi seperti melempar badan dan tanggung jawab.

Jangan lempar badan dan tanggung jawab dong. Soal konsep, teori dan praktik itu kan dia, Jokowi. Enak banget,” kata Husin di Jakarta, Selasa, 20 November 2012.

Husin malah berharap agar Jokowi segera menyelesaikan masalah kemacetan dan banjir di Jakarta serta blusukan atau jalan-jalan ke seluruh terminal untuk mengecek retribusi liar yang marak terjadi di sana.

“Jangan hanya blusukan ke pasar dan kampung saja, tapi ke terminal juga. Retribusi berapa,” pungkasnya. (RN)

Comment di sini