Jika Ada PHK Massal, Jokowi Harus Tanggung Jawab

by
November 21st, 2012 at 11:57 am

Jakarta (CiriCara.com) – Kemarin, Selasa, 20 November 2012, Gubernur DKI Jakarta, Jokowi memutuskan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta untuk tahun 2013 adalah Rp. 2,2 juta. Banyak pro dan kontra muncul terkait keputusan Jokowi ini.

Walau keputusan yang diambil Jokowi sudah merupakan hasil rapat Dewan Pengupahan DKI Jakarta, pengusaha tidak mau sepenuhnya bertanggung jawab atas dampak yang timbul dari kebijakan tersebut.

“Rasionalisasi (PHK) besar-besaran sudah pasti dan tidak bisa dihindari. Ya kami lepas tangan karena dari awal sudah kami ingatkan dampaknya,” ungkap ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Haryadi Sukamdani, Selasa, 20 November 2012 seperti dikutip oleh Merdeka.com.

Haryadi membantah jika pihak pengusaha mengeluarkan ancaman akan memberhentikan atau mem-PHK karyawan dan buruh karena kebijakan itu. Ia menjelaskan bahwa rasionalisasi atau PHK akan diambil sebagai dampak ketidakmampuan pengusaha dalam membayar upah buruh yang sangat tinggi.

Jika akhirnya keputusan PHK massal diambil, siapa yang harus bertanggung jawab?

“Itu yang harus dibayar mahal oleh pemerintah dan teman-teman serikat pekerja. Mereka yang harus tanggung jawab,” tegasnya merujuk ke Jokowi dan para pendemo.

Dengan UMP 2013 sebesar itu, banyak dari perusahaan yang merugi dan memilih menghindari kerugian besar dengan cara rasionalisasi atau PHK.

Kenaikan UMP ini tidak akan berlaku bagi buruh saja. Haryadi mengatakan bahwa upah kelompok pekerja lapisan atas juga akan naik di atas 30 persen.

Perusahaan besar di Jakarta kemungkinan besar masih bisa memenuhi kebijakan ini, namun perusahaan kecil dan padat karya tentunya akan mengalami kesulitan. Pihak pengusaha hingga saat ini masih melakukan upaya penangguhan bagi perusahaan yang tidak bisa memenuhi ketentuan dengan bantuan fasilitas dari Pemprov DKI Jakarta.

Sayangnya proses penangguhan itu membutuhkan waktu karena harus mendapat persetujuan juga dari serikat pekerja perusahaan yang bersangkutan. (RN)

Comment di sini