Konsumsi Bakteri Baik Ini Agar Tidak Terkena Diare

by
November 21st, 2012 at 4:00 pm

CiriCara.com – Akhir-akhir ini, tren penggunaan probiotik terutama dalam produk-produk fermentasi susu terus mengalami peningkatan.

Probiotik yang dikenal sebagai bakteri baik, adalah koloni sel bakteri hidup yang diketahui memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan inangnya (baik manusia maupun hewan) dengan meningkatkan keseimbangan mikroflora saluran pencernaan.

Bakteri probiotik ini umumnya banyak ditemukan pada pangan fermentasi berbasis susu, contohnya yoghurt, yakult, dan kefir. Alasannya, disebabkan karena produk-produk susu fermentasi telah dikenal sebagai bahan pangan yang aman dan menyehatkan.

Sumber probiotik terbaik saat ini adalah kelompok bakteri asam laktat (BAL). BAL adalah jenis bakteri gram positif yang mampu hidup dengan sedikit kadar oksigen (mikroaerofilik), tidak berspora, dan mampu memfermentasi karbohidrat menjadi asam laktat. Beberapa contoh BAL yang telah dijadikan probiotik adalah Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, Lactobacillus achidophilus, dan Bifidobacterium bifidum.

Untuk dapat dijadikan probiotik, BAL harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditetapkan, antara lain:

1. Tahan terhadap asam, terutama asam lambung dengan pH antara 1,5-2,0 (dalam kondisi tidak makan) dan pH 4,0-5,0 (kondisi sehabis makan).

2. Stabil terhadap garam empedu dan mampu bertahan hidup selama berada dalam usus kecil.

3. Menghasilkan senyawa antibakteri, contohnya asam laktat, hidrogen peroksida, dan bakteriosin.

4. Mampu menempel pada sel usus manusia, dapat membentuk koloni, memiliki aktivitas antagonis terhadap patogen, mampu mengatur sistem daya tahan tubuh, dan mempercepat penyembuhan infeksi.

5. Mampu tumbuh baik dan berkembang dalam saluran pencernaan.

6. Dapat berkoagregasi, yaitu kemampuan untuk berinteraksi antar kultur bakteri untuk saling menempel sehingga akan membentuk lingkungan mikroflora yang normal dan seimbang.

7. Aman dikonsumsi oleh manusia.

Mekanisme probiotik dalam meningkatkan kesehatan saluran pencernaan antara lain dikarenakan memiliki kemampuan dalam berkompetisi dengan beragam mikroflora usus, menghasilkan senyawa antibakteri (bakteriosin), mengendalikan pertumbuhan bakteri yang berpotensi membahayakan, menghambat enzim di saluran kolon, dan menghasilkan beragam asam organik (asam laktat).

Dengan dihasilkannya sejumlah asam organik tersebut, kemudian mengakibatkan pH usus menjadi turun dan mengubah potensial reduksi-oksidasi di saluran pencernaan sehingga menghasilkan efek antibakteri. Kombinasi berbagai jenis asam organik dengan jumlah oksigen yang terbatas dalam saluran pencernaan juga akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan bakteri patogen penyebab diare.

Pengaruh menguntungkan lainnya dari probiotik adalah mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh dengan cara menstimulasi antibodi immunoglobulin A (IgA). Adanya pertumbuhan probiotik dalam jumlah cukup dalam saluran pencernaan juga membuat penyerapan gizi atau nutrisi esensial yang dibutuhkan tubuh menjadi meningkat.

Oleh karena itu, untuk dapat memperoleh manfaat ini disarankan mengkonsumsi probiotik secara teratur atau sedikitnya harus mengkonsumsi jumlah minimum sel probiotik lebih dari 107 dan 108 koloni/ml per harinya. (RF)


Comment di sini