Munir Dipenjara Karena Merapikan Pohon Bambu

by
November 21st, 2012 at 11:20 am

Detik

Magelang (CiriCara.com) – Alangkah konyolnya hukum yang berlaku di negeri ini. Seorang remaja bernama Munir (18) dipenjara hanya karena merapikan pohon bambu.

Dilansir dari Detik.com, Ibunda Munir, Siti Fatimah (47) terus menangisi anak keduanya yang ditahan jaksa di LP Magelang.

“Saya sangat sakit hati, kasus sepele seperti ini kok bisa keseret-seret hukum,” kata Siti kepada wartawan di rumahnya, Desa Tampingan, Kecamatan Tegal Rejo, Magelang, Jawa Tengah, Rabu, 21 November 2012.

Kehidupan Siti Fatimah dan anak-anaknya sangat berat karena suami Siti telah meninggal dunia sementara mereka harus tinggal di dalam rumah yang berdinding bambu dan beralaskan tanah. Kini hanya keluarga dan tetangga yang datang menguatkan harapan Siti agar tetap kuat mengikuti proses hukum anaknya.

Siti menuturkan bahwa saat kejadian berlangsung, anaknya sedang beramai-ramai membersihkan jalan kampung. Munir memotong sebagian pohon bambu karena dahannya sudah menimpa rumah agar tidak merobohkan rumah mereka yang rapuh itu.

Pohon bambu yang menimpa rumah sederhana mereka akhirnya dipotong. Namun wanita paruh baya itu tidak menduga bahwa dampaknya bisa berlanjut ke ranah hukum seperti ini.

“Saya ingin anak saya segera dikeluarkan. Munir anaknya pendiam, tidak nakal, apalagi mabok, tidak pernah sama sekali,” kata Siti sambil menangis.

Pada bulan April 2012 lalu, Budi dan Munir serta warga desa beramai-ramai menebang pohon bambu yang melintang di jalanan desa. Seminggu sesudah kerja bakti itu, Budi, Munir, dan 4 orang lainnya mendapat surat panggilan dari Polres Jagoan, Magelang.

Mereka dipanggil untuk membuktikan aduan perusakan barang dan pencurian pohon bambu. Setelah pemanggilan dilakukan, mereka wajib lapor ke kantor polisi setiap hari Senin dan Kamis.

Namun setelah berlangsung lama, akhirnya Budi dan Munir dijebloskan ke LP Magelang oleh jaksa setelah mendapat pelimpahan berkas dari kepolisian ke Kejaksaan Negeri Magelang pada 5 November 2012 kemarin.

“Terdakwa kami jerat dengan pasal 170 KUHP tentang kejahatan ketertiban umum terhadap para pelaku pengrusakan atau kekerasan terhadap orang atau barang. Keduanya juga diancam dan Pasal 406 KUHP tentang Pengrusakan Barang,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tri Margono yang juga Kasie Intel Kejaksaan Negeri Magelang kepada Detik.com. (RN)

Comment di sini