12 Faktor yang Meningkatkan Risiko Keguguran

by
November 22nd, 2012 at 1:27 pm

CiriCara.comKeguguran atau abortus merupakan berakhirnya kehamilan sebelum usianya mencapai 20 minggu atau di mana janin memiliki berat di bawah 500 gram. Keguguran tergolong momok yang menakutkan bagi kaum ibu hamil. Bayangan akan segera menimang bayi mungil itu sirna setelah divonis keguguran oleh dokter. Ibu mana yang tidak sedih jika mengalami hal seperti itu?

Keguguran disebabkan oleh kelainan kromosom yang terjadi saat proses pembuahan. Paling sering terjadi karena telur atau sperma yang masuk memiliki jumlah kromosom yang salah, akibatnya telur atau embrio yang dibuahi tidak dapat berkembang secara normal. Lalu, faktor apa saja yang menyebabkan wanita berisiko keguguran? Dilansir Wolipop.Detik, inilah faktor-faktor yang menyebabkan wanita berisiko keguguran:

1. Usia

Wanita dengan usia yang lebih tua berisiko mengandung bayi dengan kelainan kromosom dan besar kemungkinannya mengalami keguguran. Wanita yang hamil pada usia 40 tahun berisiko keguguran dua kali lipat dibandingkan dengan wanita berusia 20 tahun.

2. Riwayat keguguran

Wanita yang memiliki dua atau lebih riwayat keguguran secara berturut-turut lebih mungkin mengalami keguguran.

3. Penyakit kronis

Penyakit diabetes tidak terkontrol dan kelainan darah tertentu yang diwariskan, gangguan autoimun, seperti sindrom anti fosfolipid atau lupus, dan gangguan hormonal, seperti sindrom ovarium polikistik merupakan beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko keguguran.

4. Masalah rahin atau serviks

Memiliki kelainan tertentu pada rahim bawaan, kondisi rahim yang parah atau leher rahim yang lemah atau tidak normal merupakan peluang untuk keguguran. Hubungan antara fibroid rahim dan keguguran masih kontroversial, tapi kebanyakan fibroid tidak menimbulkan masalah.

5. Riwayat cacat lahir atau masalah genetik

Seseorang yang memiliki kelainan genetik, pernah diidentifikasi punya masalah genetik pada kehamilan sebelumnya, atau pernah melahirkan anak dengan cacat lahir akan berisiko lebih tinggi mengalami keguguran pada kehamilan berikutnya.

6. Infeksi

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa risiko yang paling tinggi untuk keguguran jika Anda memiliki listeria, gondok, rubella, campak, cytomegalovirus, parvovirus, gonorrhea, HIV, dan infeksi tertentu lainnya.

7. Merokok, meminum alkohol, memakai narkoba

Melakukan kebiasaan buruk tersebut pada saat hamil bisa meningkatkan risiko keguguran. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara tingginya tingkat mengonsumsi kafein dan peningkatan risiko keguguran.

8. Obat

Terdapat beberapa obat yang bila dikonsumsi bisa meningkatkan risiko keguguran. Untuk itu, sebelum Anda meminum obat saat hamil dari dokter, ada baiknya untuk meminta penjelasan terlebih dahulu. Hal ini juga berlaku untuk obat resep, termasuk obat nonsteroidal anti-inflammatory drugs, seperti ibuprofen dan aspirin.

9. Racun lingkungan

Faktor lain yang bisa menyebabkan wanita berisiko keguguran adalah racun yang ada di lingkungan. Beberapa bahan kimia, seperti formaldehid, benzena, dan etilen oksida dalam dosis besar atau gas anestasi dianggap berbahaya dan meningkatkan risiko keguguran.

10. Faktor paternal

Kondisi suami juga berkontribusi terhadap risiko keguguran. Para peneliti sedang mempelajari sejauh mana sperma dapat rusak oleh racun lingkungan tapi masih memungkinkan untuk membuahi sel telur. Beberapa studi menemukan risiko yang lebih besar untuk mengalami keguguran ketika suami telah terkena merkuri, timbal, dan beberapa bahan kimia industri dan pestisida.

11. Obesitas

Beberapa studi menunjukkan bahwa adanya hubungan antara obesitas dan keguguran.

12. Prosedur diagnostik

Ada kemungkinan kecil terhadap risiko keguguran setelah melakukan diagnosa pada jaringan plasenta dan melakukan pemeriksaan diagnostik menggunakan cairan ketuban untuk mengetahui kelainan pada janin.

Itula 12 faktor yang meningkatkan risiko keguguran. Jika Anda tak ingin mengalami keguguran, maka jauhi segala kebiasaan buruk yang bisa berdampak pada kandungan. Perlu diketahui juga bahwa keguguran bisa terjadi jika Anda hamil kembali dalam waktu 3 bulan setelah melahirkan. (NR)

Comment di sini