Anak Sakit Diare, Kok Bisa?

by
November 26th, 2012 at 7:00 pm

CiriCara.com – Sampai saat ini penyakit diare masih menjadi masalah utama masyarakat yang sulit ditanggulangi dan jumlahnya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Diperkirakan sebanyak 70 – 80% dari jumlah penderita diare di dunia adalah para balita.

Bagi balita penyakit diare lebih berbahaya dibanding orang dewasa karena komposisi tubuh balita yang lebih banyak mengandung air dan sistem imunitas tubuh yang masih sangat lemah. Balita lebih rentan mengalami dehidrasi dan beragam komplikasi lainnya yang dapat berujung pada malnutrisi ataupun kematian.

Orang tua khususnya ibu sangat berperan penting dalam menentukan kejadian diare pada balita karena ibu merupakan sosok yang paling dekat dengan balita. Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh ibu sangat menentukan tingkat keparahan dari diare tersebut. Tindakan tersebut dipengaruhi berbagai hal, salah satunya adalah pengetahuan mengenai masalah-masalah seputar penyakit diare.

Berikut beberapa perilaku yang harus diwaspadai menjadi pemicu terjadinya diare pada balita:

1. Menggunakan botol susu yang tidak bersih

Menggunakan botol susu yang jarang dibersihkan atau telah dipakai selama berjam-jam dan dibiarkan lama di lingkungan terbuka dapat menimbulkan kontaminasi oleh bakteri penyebab diare. Jika langsung diberikan pada bayi tanpa dicuci terlebih dahulu sangat mungkin sekali menyebabkan diare. Fakta membuktikan bahwa balita yang menggunakan botol susu lebih beresiko terkena diare dibanding balita yang menggunakan ASI secara penuh.

2. Menyimpan makanan masak pada suhu kamar

Bila makanan pendamping ASI disimpan beberapa jam pada suhu kamar akan mempermudah bakteri-bakteri penyebab diare untuk berkembang biak. Segera habiskan makanan yang sudah dimasak. Bila terpaksa, simpanlah makanan di dalam kulkas dan hangatkan sebelum dihidangkan kembali.

3. Menggunakan air minum tercemar

Pencemaran air di rumah tangga banyak terjadi karena buruknya pengolahan air minum. Air dapat saja tercemar apabila wadah penyimpanan air tidak ditutup dengan rapat atau kebersihan tangan tidak dijaga dengan baik saat mengambil air dalam wadah penyimpanan. Hal ini dapat memicu berkembangbiaknya bakteri penyebab diare dalam air minum. Oleh karena itu, sebaiknya air dimasak terlebih dahulu sebelum diminum atau sebelum digunakan untuk campuran makanan bayi.

4. Tidak membuang feses (tinja) bayi dengan benar

Kita sering beranggapan bahwa feses bayi tidaklah berbahaya, padahal sesungguhnya dalam feses bayi juga mengandung virus atau bakteri dalam jumlah besar. Virus dan bakteri dalam feses bayi dapat menularkan penyakit pada anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun. Oleh karena itu, feses harus dibuang dengan benar dan bersihkan lingkungan sekitar dari adanya feses yang mungkin masih tertinggal.

5. Sering tidak mencuci tangan

Sering tidak mencuci tangan, terlebih lagi sesudah buang air besar sangat berpotensi menularkan penyakit diare pada balita, apalagi ketika sedang memberi makan. Kebiasaan sehari-hari ini harus lebih diperhatikan. Mencuci tangan adalah kebiasaan perorangan yang penting dalam mencegah penularan mikroba, terutama bakteri penyebab diare. Sebaiknya selalu mencuci tangan dengan sabun sesudah buang air besar, sesudah membuang feses anak, serta sebelum menyiapkan dan menyuapkan makanan. (RF)

Comment di sini