Awas Bahaya di Balik Vitamin C

by
November 26th, 2012 at 11:00 am

CiriCara.com – Sampai saat ini infeksi memang masih merupakan penyebab utama terjadinya diare akut, baik itu yang diakibatkan oleh bakteri, parasit, maupun virus. Akan tetapi, diare akut juga dapat terjadi karena faktor-faktor lain (noninfeksius), salah satunya adalah vitamin C.

Vitamin C atau asam askorbat mempunyai beragam fungsi bagi tubuh, antara lain membantu proses metabolisme, sebagai antioksidan, membantu pembentukan kolagen, mempercepat proses penyerapan zat-zat gizi, dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Untuk pria dewasa angka kecukupan gizi (AKG) (dietary reference intakes) untuk vitamin C adalah 90 mg/hari, sedangkan untuk wanita dewasa adalah 75 mg/hari. Beberapa golongan tertentu memang menbutuhkan asupan vitamin C sedikit lebih tinggi, contohnya bagi perokok (juga perokok pasif) disarankan mengonsumsi vitamin C sebanyak 125 mg untuk pria dewasa dan 110 mg untuk wanita dewasa, dengan tujuan untuk menjaga kadar vitamin C dalam darah tetap tersedia.

Tetapi, akibat begitu mudahnya mendapatkan suplemen vitamin C dosis tinggi yang dijual bebas, masyarakat cenderung tidak memperhatikan faktor resiko yang akan ditimbulkan bila mengonsumsinya secara rutin. Masyarakat luas sudah terlanjur percaya bahwa apabila mengonsumsi vitamin C dosis tinggi (melebihi AKG) secara rutin mampu dengan cepat meningkatkan kesehatan.

Anggapan ini jelas-jelas sangat keliru, konsumsi vitamin C dosis tinggi secara rutin sangatlah tidak dianjurkan. Salah satu dampak yang bakal ditimbulkan adalah terjadinya diare akut (diare osmotik).

Konsumsi vitamin C dosis tinggi hingga 2 gram per hari juga dapat menimbulkan berbagai gangguan pada sistem gastrointestinal (gastrointestinal distress) dan fungsi organ tubuh, di antaranya mual, nyeri usus, hiperoksaluria, dan terganggunya kerja hormon insulin.

Hal yang paling mengkhawatirkan adalah terbentuknya batu ginjal. Pada dosis tinggi di dalam tubuh vitamin C akan dimetabolisme menjadi asam oksalat. Jika akumulasi asam oksalat ini telah berlebihan dalam ginjal, maka tubuh akan merubahnya menjadi bentuk solid (batu ginjal).

Diare akut yang disebabkan intoksikasi vitamin C dosis tinggi ini terjadi karena adanya efek osmotik dari asam askorbat yang tidak dapat diabsorpsi, karena kadar vitamin C dalam tubuh telah jenuh. Adanya kenaikan tekanan osmotik mengakibatkan penurunan absorpsi air sehingga terjadi akumulasi cairan di dalam usus, yang kemudian menyebabkan terjadinya diare.  

Pada diare akut (osmotik) konsentrasi natrium dan kalium dalam feses tidaklah banyak (rendah), tetapi osmolalitas feses dapat dua kali lebih besar dari jumlah konsentrasi natrium dan kalium tersebut. Hal ini menandakan bahwa diare yang terjadi disebabkan adanya zat-zat terlarut yang tidak dapat terserap, seperti vitamin C.

Efek diare yang ditimbulkan akibat intoksikasi vitamin C ini biasanya ringan, bersifat sementara, dan dapat sembuh dengan sendirinya (self-limiting). Untuk penanganan sebaiknya hentikan sementara konsumsi vitamin C dosis tinggi ini atau dengan menurunkan dosisnya. (RF)

Comment di sini