Wanita Pontianak Jadi Istri Seorang Yakuza Jepang

by
November 26th, 2012 at 4:02 pm

CiriCara.com – Tidak ada yang pernah mau berurusan dengan Yakuza, kelompok mafia yang sangat terkenal di Jepang dari zaman dulu hingga sekarang.

Walau berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Jepang untuk meredam aksi kejahatan mereka namun rupanya Yakuza masih terus bebas beraksi hingga hari ini termasuk menjalankan bisnis prostitusi.

Tidak hanya wanita asli Jepang saja yang diperjualbelikan di sana namun juga wanita asing. Dilansir dari Tribunnews.com, wanita asing yang bekerja di ‘sarang’ Yakuza biasanya berangkat dari kasus yang sama seperti untuk mencari uang atau karena diperas oleh kelompok Yakuza.

Cara Yakuza mempekerjakan mereka adalah dengan menahan paspor sehingga si korban tidak bisa kembali ke negara asalnya. Dengan cara itu kelompok mafia dari Negara Sakura ini bisa mendapat jutaan yen dari hasil prostitusi wanita-wanita asing.

Guardian

Seorang wanita asal Pontianak yang telah menjadi istri seorang Yakuza di Jepang menuturkan bahwa para wanita penghibur malam dari luar Jepang biasanya akan mematok harga 12.000 yen atau sekitar Rp. 1,4 juta selama sejam termasuk minuman keras dan kencan.

Kenyataan ini dibenarkan juga oleh Yukio Murakami, seorang penulis lepas pada tabloid Nikkan Gendai. Dalam edisi tabloid yang terbit 25 Januari 2012 lalu, Murakami menyebut praktik prostitusi seperti itu sebagai perbudakan putih zaman sekarang.

“Inilah perbudakan  putih zaman sekarang, satu cara meraup uang dengan cara mudah oleh para sindikat kejahatan dengan memakai wanita asia seperti Thai dan Filipina. Dipekerjakan di snack (sunaku kurabu), club, atau tempat pemandian air panas di daerah-daerah agar jauh dari polisi. Lalu bagi wanita yang bekerja paling-paling hanya diberikan uang untuk memberi makanan box atau bento dan kosmetik untuk mereka berdandan cantik,” tulisnya seperti dikutip oleh Tribunnews.com.

The Bureau Investigates

Para pekerja malam yang diperbudak oleh Yakuza tidak bisa berkutik kemana-mana karena mereka akan terus diawasi dan dikuntit sementara paspor mereka ditahan. Akibatnya banyak wanita yang enggan berusaha untuk kabur dan lebih memilih untuk tinggal di bawah pengawasan Yakuza.

Wanita lain dari Indonesia yang kini telah hidup dalam lingkaran Yakuza mengaku pasrah dengan profesinya karena bayaran yang ia terima tidak sedikit.

“Walau kita bekerja begini, masih lebih lumayan dapat uang cukup banyak bila di rupiahkan, bisa menabung sedikit dan bisa kirim uang sedikit kepada keluarga di Indonesia, daripada kerja di Indonesia rasanya susah banget dapat uang,” ungkap seorang wanita Indonesia yang bekerja di sebuah bar, klub malam di Shinjuku, kepadaTribunnews.com. (RN)

Comment di sini