Hina Gus Dur, Sutan Bhatoegana Diprotes

by
November 27th, 2012 at 1:46 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Pernyataan Sutan Bhatoegana yang menyebutkan bahwa pemerintah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dilengserkan karena terlibat skandal korupsi, mulai menuai protes. Petinggi Partai Demokrat itu didesak untuk meminta maaf.

Pernyataan yang dinilai telah menghina Gus Dur itu disampaikan Sutan pada saat Dialog Kenegaraan DPD RI bertema “Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat?” di lobi Gedung Dewan Perwakilan Daerah Senayan, Jakarta (21/11/2012) lalu.

“Tuduhan Bhatoegana itu sangat menyakiti warga NU (Nahdlatul Ulama). Gus Dur memang kalah secara politik, tapi tidak pernah terbukti bersalah secara hukum. Gus Dur tak terlibat kasus Buloggate maupun Bruneigate,” kata Kyai Maman.

Sementara itu, bekas jubir Gus Dur, Adhie Masardi menilai pernyataan Sutan Bhatoegana itu digunakan untuk melindungi Presiden SBY. Pasalnya, Sutan ingin menyembunyikan kekurangan pemerintah saat dipimpin oleh SBY yang merupakan pembina Partai Demokrat.

“Itu cara keji dia melindungi pemerintah SBY dari isu sebagai rezim korup. Sebab kenyataannya, Gus Dur tak terlibat kasus Buloggate maupun Bruneigate,” tegas Adhie Masardi seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Adhie menilai tudingan Sutan itu sudah kelewatan dan telah menghina Gus Dur serta warga Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, Sutan hanya asal bicara dan tidak didasari pada bukti. “Tuduhan Sutan Bhatoegana bahwa Gus Dur korup sungguh kelewatan. Tendensius,” katanya.

Mendengar protes tersebut, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, pun menyampaikan permintaan maaf. Anas meminta maaf sebagai perwakilan dari PD yang menaungi Sutan Bhatoegana.

“Saya Ketua Umum DPP PD mohon maaf. Meski Sutan Bhatoegana bicara sebagai personal, tetapi Sutan tidak bisa dipisahkan dari PD,” ungkap Anas di Jakarta kepada para wartawan, Selasa (27/11/2012).

Sementara itu, Sutan sendiri mengaku tidak bermaksud untuk menghina Gus Dur. Meskipun demikian, Sutan hingga saat ini belum juga menyampaikan permintaan maafnya kepada keluarga besar KH Abdurrahman Wahid.

(YG)

Comment di sini