Kenali Arti Bahasa Klakson Saat di Jalan

by
November 27th, 2012 at 1:03 pm

CiriCara.com – Para pengguna jalan, khususnya pengendara harus mengetahui dan mematuhi segala peraturan lalu lintas. Jika seseorang tidak mengetahui dan mematuhi peraturan lalu lintas yang ada, maka bisa menimbulkan kemacetan.

Bukan hanya itu, bersikap tenang dan sabar juga harus dimiliki seseorang saat mengendarai kendaraannya. Para pengendara sepeda motor ataupun mobil, seharusnya bisa memahami dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada. Jika para pengendara tidak mematuhi peraturan lalu lintas dan ugal-ugalan di jalan, maka akan memancing emosi pengendara lainnya.

Tak jarang, rasa emosi itu diutarakan dengan membunyikan klakson kendaraannya. Salah satu peristiwa nahas menimpa juru bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman. Dilansir Tempo.co, ia dikeroyok karena membunyikan klakson kala situasi lalu lintas sedang macet.

Dilansir sumber yang sama, Yayat Supriyatna mengatakan bahwa ternyata bunyi klakson memiliki arti. Untuk itu, Anda seharusnya membunyikan klakson sesuai situasi dan kondisi. Berikut 4 arti bahasa klakson saat di jalan:

1. Mengingatkan

Klakson dibunyikan ketika kendaraan mengingatkan pengendara lain. Misalnya, saat kendaraan akan menyelip pengendara lain atau mengingatkan pengguna jalan lain bahwa dia akan melewati jalur tersebut, seperti ada orang yang akan menyebrang, berbelok, dan lain sebagainya.

2. Memperingatkan

Saat klakson dibunyikan juga bisa diartikan bahwa pengendara sedang memperingatkan pengendara lain. Misalnya, saat pengendara lain jaraknya terlalu dekat dengan kendaraan yang dikemudikannya. Selain itu, para pengendara juga akan membunyikan klaksonnya jika kendaraan di depannya hendak mundur.

3. Memerintah

Klakson juga dibunyikan untuk memerintah sesuatu. Misalnya, saat lampu lalu lintas berubah menjadi hijau, tapi kendarann yang di depan Anda tidak kunjung jalan. Jika ada kejadian seperti itu, maka Anda bisa membunyikan klakson. Beberapa pengendara biasanya juga akan membunyikan klaksonnya jika hal tersebut terjadi.

4. Tak sabar, gusar, atau marah

Seseorang biasanya akan membunyikan klaksonnya jika dia dalam keadaan emosi, tidak sabar, dan terjebak kemacetan. Saking tidak sabarnya, biasanya pengendara akan membunyikan klaksonnya bertubi-tubi. Namun, alangkah baiknya untuk tidak terlalu sering membunyikan klakson saat kondisi jalan seperti itu karena bisa membuat pengendara lain emosi hingga berujung pertikaian. Alangkah baiknya, Anda tetap bersabar dan tidak membunyikan klakson bertubi-tubi.

Itulah arti bahasa klakson yang bisa Anda ketahui. Yayat mengatakan bahwa bahasa klakson ini bisa disalahartikan. Meskipun si penekan klakson tak bermaksud untuk menyampaikan pesan tertentu, namun pengendara lain bisa menerima artinya berbeda.

Untuk itu, para pengguna jalan disarankan untuk bersikap sabar saat mengendarai kendaraannya dan mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. Dengan begitu, Anda dan para pengguna jalan lain bisa selamat sampai tujuan. (NR)

Comment di sini